← Beranda

Ayase Ueda Jadi Sorotan, Van Persie Ungkap Penyebab Kekalahan Feyenoord dari Ajax

Andre Rizal HanafiSelasa, 16 Desember 2025 | 04.31 WIB
Pelatih Feyenoord, Robin van Persie. (Dok. Feyenoord)
 

JawaPos.com - Pelatih Feyenoord Robin van Persie melontarkan kritik terbuka kepada striker Ayase Ueda usai timnya kalah 0-2 dari Ajax Amsterdam di Stadion Amsterdam Arena, Minggu (14/12/2025).

Gol Ajax dicetak Davy Klaasen pada menit ke-13 dan Jorthy Mokio pada menit ke-90+4. Meski hasil akhir tidak berpihak, Van Persie menilai Feyenoord tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.

Pernyataan itu disampaikan Van Persie dalam wawancara yang dikutip dari media Belanda, NOS.nl.

Dalam laga sarat gengsi tersebut, Feyenoord memang menguasai jalannya permainan.

Mereka unggul dalam penguasaan bola, intens menekan, dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Namun, dominasi itu gagal dikonversi menjadi gol. Ajax justru tampil lebih efektif dengan strategi bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik.

Van Persie menyebut kegagalan memanfaatkan peluang sebagai momen krusial yang menentukan hasil pertandingan.

Ia secara khusus menyoroti peluang emas yang didapat Ayase Ueda, tetapi tidak berujung gol. Menurutnya, situasi tersebut seharusnya bisa mengubah jalannya laga.

“Kami lebih dominan. Jika melihat bagaimana kami bermain, seberapa cepat kami merebut bola kembali, saya tidak bisa menyalahkan para pemain secara keseluruhan,” ujar Van Persie seperti dikutip dari NOS.nl.

Ia menambahkan bahwa pendekatan Ajax dengan low block dan serangan balik memang sah, tetapi Feyenoord seharusnya bisa lebih klinis.

Sorotan Van Persie terhadap Ueda cukup tajam. Pelatih berusia 42 tahun itu mengaku heran dengan performa sang striker asal Jepang tersebut. Ia membandingkan ketajaman Ueda saat membela tim nasional dengan performanya di laga penting melawan Ajax.

“Dia bisa mencetak gol melawan Brasil dan Paraguay. Jadi kenapa tidak bisa melakukannya saat melawan Ajax?” kata Van Persie.

Pernyataan ini menunjukkan ekspektasi tinggi yang ia pasang kepada Ueda, terutama dalam pertandingan besar seperti De Klassieker.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Feyenoord yang tengah bersaing di papan atas Eredivisie.

Meski demikian, Van Persie menegaskan bahwa performa tim secara keseluruhan masih berada di jalur yang ia inginkan. Evaluasi, menurutnya, lebih difokuskan pada penyelesaian akhir dan ketenangan di momen-momen penting.

Bagi Ayase Ueda, kritik ini bisa menjadi tekanan sekaligus motivasi. Performa di laga-laga berikutnya akan menjadi pembuktian apakah ia mampu menjawab kepercayaan sekaligus tuntutan tinggi dari pelatihnya.

Sementara bagi Feyenoord, kekalahan dari Ajax menjadi pengingat bahwa dominasi permainan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.

EDITOR: Edi Yulianto