JawaPos.com-Bintang Brasil Neymar tak kuasa menahan air mata setelah Santos, klub masa kecilnya, mengalami kekalahan telak 0-6 dari Vasco da Gama. Laga ini sekaligus menjadi kekalahan terbesar sepanjang karirnya.
Pertandingan antara Santos dan Vasco da Gama pada Senin (18/8) berakhir dengan hasil mengejutkan. Santos yang diperkuat Neymar harus menyerah enam gol tanpa balas.
Dua gol Vasco da Gama dicetak mantan bintang Liverpool Philippe Coutinho. Sisanya disumbangkan Lucas Piton, David Correa De Fonseca, Rayan, dan Danilo Neves.
Menurut laporan Daily Mail, Senin (18/8), hasil ini menjadi kekalahan terburuk dalam perjalanan panjang karir Neymar. Sebelumnya, catatan terburuk sang pemain terjadi pada 2015 ketika Barcelona tumbang 1-4 dari Celta Vigo.
Seusai laga, Neymar yang saat ini berusia 33 tahun tampak menangis tersedu-sedu di lapangan hingga mendapat pelukan dari staf pelatih Santos.
Dalam wawancara usai pertandingan, Neymar mengaku sangat malu dengan performa timnya.
“Saya malu. Saya sangat kecewa dengan penampilan kami,” kata Neymar dikutip dari Daily Mail, Senin (18/8).
Neymar menambahkan bahwa air matanya muncul karena rasa marah dan frustrasi.
“Ini perasaan malu yang luar biasa. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini dalam hidup saya. Sayangnya, itu terjadi. Air mata itu keluar karena marah, karena semuanya. Sayangnya, saya tidak bisa membantu dalam segala hal. Intinya, ini benar-benar kacau, itulah kenyataannya,” jelas Neymar.
Kekalahan ini membuat posisi Santos semakin terpuruk. Saat ini klub hanya berjarak dua poin dari zona degradasi Liga Brasil. Situasi semakin memanas ketika manajemen Santos langsung mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih kepala Cleber Xavier usai kekalahan memalukan tersebut.
Sementara itu, Coutinho yang baru kembali ke Vasco dalam kontrak permanen tampil gemilang. Setelah masa peminjaman sukses musim lalu, pemain berusia 32 tahun itu menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan kontribusi besar dalam kemenangan telak timnya.
Neymar sendiri baru bergabung kembali dengan Santos pada Januari 2025 dengan kontrak jangka pendek, lalu diperpanjang hingga akhir tahun.
Meskipun sudah mencatat enam gol dan tiga assist dalam 19 pertandingan, kontribusinya belum cukup mengangkat posisi klub.
Dengan kekalahan telak ini, Santos berada dalam situasi genting dan wajib bangkit di laga berikutnya melawan Bahia. Neymar pun dituntut menunjukkan peran lebih besar agar dapat membawa klub masa kecilnya keluar dari ancaman degradasi.