JawaPos.com - Tim nasional Jepang berhasil menaklukkan tuan rumah Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 dalam laga final Piala Asia Timur (EAFF E-1 Championship) 2025.
Pertandingan yang digelar di Stadion Mir, Yongin, Gyeonggi, pada Selasa (15/7), menandai kemenangan beruntun ketiga Jepang atas rival abadinya tersebut dan memastikan gelar juara kedua secara berturut-turut.
Dilansir dari Maeil Business Newspaper pada Selasa (15/7), Korea Selatan yang dipimpin pelatih Hong Myung-bo tampil agresif sejak awal laga.
Namun, peluang emas pada menit ketujuh dari Na Sang-ho hanya membentur tiang.
Tak lama berselang, Jepang mencetak gol kemenangan pada menit kedelapan lewat tendangan voli kaki kiri Germain Ryo yang menyambut umpan silang Daisei Miyashiro dari sisi kiri.
Korea mencoba menyamakan kedudukan melalui sejumlah pergantian pemain di babak kedua, termasuk masuknya Lee Ho-jae menggantikan Joo Min-gyu.
Namun, rapatnya pertahanan Jepang membuat upaya Korsel tidak membuahkan hasil.
Pertandingan ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Korea atas Jepang setelah sebelumnya kalah pada laga uji coba 2021 di Yokohama dan Piala Asia Timur 2022 di Nagoya.
Kekalahan ini juga memperpanjang puasa gelar Korsel di turnamen tersebut, yang kini gagal juara untuk keenam kalinya.
Menurut laporan Maeil Business Newspaper pada Rabu (16/7), pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengapresiasi semangat juang anak asuhnya.
Sang pelatih menyebut bahwa pertandingan berlangsung sangat ketat dan Korsel adalah tim dengan kekuatan fisik dan teknik luar biasa.
“Meskpuni kami menang, hasil pertandingan ini bisa saja berpihak ke siapa saja. Yang jelas, Jepang dan Korea adalah rival sekaligus rekan yang bisa bekerja sama memajukan sepak bola Asia,” ujar Moriyasu.
Sebelumnya, pelatih berusia 56 tahun itu juga pernah membawa Jepang ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 usai menumbangkan Jerman dan Spanyol.
Dengan kemenangan ini, Jepang mengunci gelar juara EAFF E-1 Championship 2025 dan membukukan sejarah dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut atas Korea Selatan.
Sementara itu, Korsel harus menerima kenyataan pahit gagal juara di kandang sendiri dan mengevaluasi strategi untuk menghadapi persaingan di level Asia yang semakin ketat.