← Beranda

Mikel Arteta Sakit Hati Arsenal Kalah Agregat 0-4 dari Newcastle United dan Peluang 1 Trofi Hangus

M Wanda SyafiiJumat, 7 Februari 2025 | 18.32 WIB
Mikel Arteta. (David Price/Getty Images)

JawaPos.com - Arsenal tersingkir dari Carabao Cup. Tandang ke St James Park, Kamis (6/2) dinihari WIB pasukan Mikel Arteta kalah 0-2 dari Newcastle United.

Arsenal kebobolan di masing-masing babak. Jacob Murphy membuka keunggulan menit ke-19, lalu awal babak kedua Anthony Gordon memastikan kemenangan tuan rumah.

Hasil ini melengkapi derita The Guners di Carabao Cup. Karena secara agregat mereka kalah 0-4 usai di leg pertama yang berlangsung di Emirates pasukan Mikel Arteta juga takluk 0-2.

Dengan hasil ini satu peluang trofi dari empat kemungkinan yang bisa diraih Arsenal melayang. Kegagalan ini jelas mengecewakan.

Sebab tinggal selangkah lagi untuk mereka menginjakkan kaki di final. Tak pelak, hasil di St James Park terasa menyakitkan untuk Arteta.

“Anda harus tampil sangat efisien pada hari ini. Itulah yang membuat Anda semakin dekat untuk memenangkan trofi,” ucap pelatih asal Spanyol seperti dilansir BBC Sports.

“Hari ini kami tidak melakukan itu. Pertandingan kali ini sangat menyakitkan dan besok adalah hari yang berbeda,” ia menambahkan.

Secara statistik di kedua leg, Arsenal sebenarnya lebih mendominasi. Sebanyak 34 tendangan dilepaskan, berbanding 17 dari Newcastle United.

Masalahnya tak ada yang membuahkan gol dari 34 tembakan. Sementara The Magpies yang hanya melepaskan setengahnya mampu mengemas empat gol.

Inilah yang jadi sorotan Mikel Arteta. Menurutnya efektivitas dalam memanfaatkan peluang adalah faktor penting untuk memenangkan pertandingan.

Di Emirates dan St James Park, klub berjuluk Meriam London tidak memiliki itu. “Mereka bermain lebih efisien daripada kami di kotak penalti dan itulah yang membuat laga berbeda,” tegasnya.

Kekalahan kali ini membuktikan Arsenal kini inferior di hadapan Newcastle United. Karena untuk ketiga kalinya secara beruntun mereka takluk dan gagal cetak gol.

EDITOR: Dhimas Ginanjar