JawaPos.com – Belgia versus Swedia kemarin (17/10) tak lebih dari sekadar uji coba meski berlabel kualifikasi Euro 2024 dari grup F. Sebab, tuan rumah Belgia telah memastikan lolos ke putaran final, sedangkan Swedia tidak berpeluang mendampingi Belgia. Meski begitu, laga di King Baudouin Stadium, Brussel, itu justru menjadi sorotan utama.
Yakni, terkait ulah teroris bernama Abdesalem Al Guilani (45 tahun) bersenjata AK-47 yang menjadikan tiga fans Swedia sebagai sasaran tembak. Dua fans meninggal dunia dan satu lainnya dalam perawatan sampai tadi malam.
Insiden mengerikan tersebut terjadi sekitar 5 kilometer dari stadion dan beberapa menit saja sebelum kickoff. Ketika kabar tersebut sampai kepada semua orang yang ada di stadion saat turun minum, Swedia menolak untuk melanjutkan pertandingan. Setelah berdiskusi dengan pihak keamanan, permintaan tersebut dikabulkan.
Demi keamanan pula, sekitar 650 fans Swedia bertahan di stadion selama 2,5 jam dan sempat diminta melepas jersey ketika meninggalkan stadion. Bahkan, hotel-hotel tempat mereka menginap dijaga ketat polisi meski pelaku penembakan telah dilumpuhkan polisi di sebuah kafe.
Pesawat yang membawa skuad Blagult –julukan Swedia– juga baru take off sekitar pukul 04.00 waktu setempat atau molor 5 jam dari jadwal. ”Bagi kami, tidak ada alasan kuat untuk melakukannya (45 menit kedua di masa depan, Red),” kata kapten Swedia Victor Lindelof seperti dilansir BBC.