JawaPos.com – Keputusan SSC Napoli menunjuk Rudi Garcia sebagai pengganti Luciano Spalletti benar-benar di luar prediksi. Sebab, Garcia sempat menganggur semusim (2021–2022) dan musim lalu keluar dari Eropa seiring menangani klub Cristiano Ronaldo di Arab Saudi, Al Nassr FC.
Menangani Napoli dengan target mempertahankan scudetto Serie A jelas tantangan besar bagi Garcia. Apalagi, pilar-pilar Napoli seperti bek tengah Kim Min-jae dan striker Victor Osimhen di ambang pintu keluar dari Castel Vonturno –markas latihan klub berjuluk Partenopei tersebut.
Memang Garcia pernah memenangi Ligue 1 bersama Lille OSC dengan anak asuh seperti Eden Hazard dan Dimitri Payet. Tetapi, itu sudah lama terjadi alias pada musim 2010–2011.
Ketika menangani AS Roma (12 Juni 2013–13 Januari 2016), Garcia selalu mengakhiri musim dengan finis runner-up. Pada musim ketiga, pelatih 59 tahun berkebangsaan Prancis tersebut diganti pada paro musim. Tebak penggantinya siapa? Spalletti.
Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis (ADL) pun memberikan pengakuan menarik atas terpilihnya Garcia. ”Aku hanya mengenalnya dalam 10 hari terakhir dan aku langsung yakin dia adalah allenatore baru kami,” tuturnya seperti dilansir Football Italia.
Pertanyaannya, apakah gambling perkenalan singkat ADL bisa membuat Garcia lepas dari bayang-bayang pelatih runner-up? Selain dua musim beruntun bersama AS Roma, Garcia keok dalam final Liga Europa 2017–2018 bersama Olympique de Marseille, lalu gagal di final Coupe de la Ligue 2019–2020 dengan Olympique Lyon. (io/c19/dns)