
Arsenal melangkah ke final Liga Champions di Budapest setelah memenangkan duel ketat dengan detail kecil yang menentukan. Gol tunggal lahir dari Bukayo Saka (Tiga dari kiri). (Dok. Arsenal Official)
JawaPos.com - Setelah seluruh ketegangan dan kegelisahan yang menyelimuti musim penuh harap ini, Arsenal akhirnya melepas semuanya dalam pesta besar yang nyaris seperti pesta-disko raksasa.
Stadion Emirates berubah menjadi panggung selebrasi tanpa batas. Jingle, lompatan, tarian liar, hingga gerakan spontan yang tak terdefinisi apa pun gaya menari yang bisa dilakukan, semuanya terjadi malam itu.
"Klub ini seperti menyalakan musik keras-keras dan menari sebagai satu kesatuan. Menuju final Liga Champions adalah sesuatu yang langka di tempat ini, dan malam itu kata “final” terasa begitu manis," beber jurnalis New York Times, Amy Lawrence.
Ada nuansa liar di udara, sangat cocok dengan pertandingan yang dimulai dengan ketat lalu berubah menjadi kekacauan penuh energi. Arsenal dan Atletico Madrid saling bertukar umpan panjang, kejar-kejaran gila, hingga amarah di pinggir lapangan.
Mikel Arteta yang biasanya identik dengan kontrol permainan, di akhir laga justru ikut terseret dalam emosi pertandingan. Ketika waktu terus berjalan, Arsenal kembali menyerang lewat aksi Viktor Gyokeres yang seperti “banteng lepas kendali”. Bola sempat keluar lapangan, dan secara normal tim akan mengambil napas dan menata ulang. Tapi tidak malam itu.
Arteta justru berlari kencang mengambil bola seolah dikejar sesuatu. Aksi itu benar-benar di luar nalar. Kacau, tapi juga penuh gairah.
"Tidak ada ruang untuk ketenangan berlebihan. Namun justru di dalam kekacauan itu, ada keindahan yang sulit dijelaskan. Mungkin Arteta merasa bahwa melambat justru berbahaya melawan lawan yang cerdik seperti Atletico," tambah laporan Amy.
Dan akhirnya, pertandingan selesai.
Arsenal melangkah ke final Liga Champions di Budapest setelah memenangkan duel ketat dengan detail kecil yang menentukan. Gol tunggal lahir dari Bukayo Saka, yang memanfaatkan bola muntah setelah Gyokeres mengganggu Jan Oblak di sisi lapangan, sebelum Leandro Trossard melepas tembakan rendah yang memaksa situasi berbahaya di depan gawang.
Tim ini menunjukkan kerja keras luar biasa, apalagi dengan beban ganda di Premier League dan Liga Champions. Dibandingkan tim lain di semifinal, Arsenal menghadapi tekanan kompetisi domestik yang lebih intens.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
