
Guglielmo Vicario minta maaf lantaran blunder tinggalkan gawang. (Dok. Instagram/@guglielmovicario)
JawaPos.com - Tottenham Hotspur kembali menelan kekalahan di kandang sendiri setelah takluk dengan skor 2-1 dari Fulham pada Minggu (30/11). Dua gol cepat dari tim tamu membuat Spurs langsung tertinggal sejak awal laga. Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Spurs dan menempatkan mereka di peringkat ke-10 Premier League.
Tottenham memulai pertandingan dengan buruk. Baru empat menit berjalan, Samuel Chukwueze melewati sisi kiri dan mengirim umpan datar ke dalam kotak penalti. Bola kemudian sampai kepada Kenny Tete yang tembakannya membentur Destiny Udogie dan masuk ke gawang Spurs.
Situasi semakin memburuk dua menit kemudian. Kiper Tottenham Hotspur Guglielmo Vicario melakukan sapuan buruk di luar kotak penalti yang justru mengarah langsung ke Josh King. Sang penyerang kemudian memberikan bola kepada Harry Wilson yang dengan mudah mencetak gol ke gawang kosong. Dalam enam menit, Spurs sudah tertinggal 0-2.
Menurut laporan The Athletic, suporter Tottenham Hotspur langsung meluapkan kekesalan mereka dengan menyoraki Vicario setiap kali sang kiper menyentuh bola. Sorakan itu bahkan terdengar sejak bola pertama kali dikembalikan kepadanya setelah kickoff. Ketegangan bertambah ketika Vicario kembali keluar dari gawangnya beberapa menit kemudian dan tekel kerasnya disambut dengan sorakan bernada mengejek dari tribun.
Usai pertandingan, Vicario menyampaikan permintaan maaf kepada suporter melalui akun Instagram pribadinya.
“Saya bertanggung jawab penuh atas gol kebobolan kami yang kedua. Momen seperti ini sangat menyakitkan, terutama ketika hasil tidak berpihak kepada kami,” tulis Vicario.
Dengan demikian, pelatih Tottenham Hotspur Thomas Frank kembali berada dalam tekanan setelah menelan tiga kekalahan dalam tujuh hari sejak jeda internasional.
Jika kekalahan dari Arsenal dan PSG dapat dimaklumi, maka hasil melawan Fulham menjadi pukulan besar mengingat laga itu dianggap kesempatan untuk bangkit. Masalah semakin kompleks karena Frank terus mengubah sistem permainan tanpa menemukan formula terbaik bagi tim.
Fulham memanfaatkan celah dalam sistem man marking yang digunakan Frank dan mendominasi penuh 15 menit awal. Chukwueze bahkan hampir mencetak gol ketiga, tetapi tendangannya membentur tiang.
Tottenham Hotspur sempat memperkecil ketertinggalan di babak kedua ketika Lucas Bergvall mengirimkan umpan lambung yang diselesaikan Mohammed Kudus dengan sepakan voli keras pada menit ke-59. Namun, Spurs tidak mampu mencetak gol untuk menyamakan kedudukan dan harus menyelesaikan laga tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir.
Dalam wawancara dengan Sky Sports, Thomas Frank mengkritik keras suporter yang menyoraki Vicario selama pertandingan. Frank menegaskan bahwa dukungan harus diberikan saat laga berlangsung, meski kekecewaan setelah pertandingan menurutnya dapat diterima.
“Saya tidak masalah kalau mereka mencemooh setelah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan. Menurut saya, itu tidak dapat diterima,” kata Frank.
