Perubahan yang Dibawa Xabi Alonso Mulai Picu Perpecahan di Ruang Ganti Real Madrid
JawaPos.com - Kemenangan Real Madrid atas Barcelona seolah menjadi penenang bagi Xabi Alonso setelah tekanan berat beberapa pekan terakhir. Namun di balik hasil positif itu, kabarnya ada badai kecil yang mulai tumbuh di ruang ganti Los Blancos.
Sebelumnya, Alonso sempat diserang kritik usai kekalahan telak 5-2 dari Atletico Madrid dan 4-0 dari PSG di Piala Dunia Antarklub FIFA. Dua hasil itu memunculkan keraguan atas kemampuannya menangani pertandingan besar.
Meski Real Madrid kini kembali ke jalur kemenangan dan memimpin La Liga dengan selisih lima poin, laporan terbaru mengindikasikan bahwa tantangan terbesar Alonso bukan lagi lawan di lapangan melainkan para pemainnya sendiri.
Baca Juga: Mantan Bintang Real Madrid Sebut Kemarahan Vinicius Jr. kepada Xabi Alonso Terlalu Berlebihan
Perpecahan di Ruang Ganti Real Madrid
Menurut jurnalis The Athletic, Mario Cortegana, sejumlah pemain utama Real Madrid mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap perubahan besar yang dibawa Alonso sejak hari pertama menjabat.
Ketegangan ini bahkan disebut sudah melampaui kasus kemarahan Vinícius Júnior yang sempat meledak saat digantikan dalam laga El Clásico.
Sumber yang dekat dengan kubu Alonso mengungkapkan bahwa mantan pelatih Bayer Leverkusen itu menemukan “banyak kebiasaan buruk” dalam skuad ketika ia tiba di Madrid. Ia langsung menegaskan satu pesan: “Siapa pun yang tidak berlari lebih keras dan bekerja lebih keras tanpa bola, akan kehilangan tempatnya.”
Di awal pramusim, Alonso berbicara dengan para pemain dan menetapkan sejumlah aturan baru mulai dari ketepatan waktu, disiplin latihan, hingga peningkatan profesionalisme di luar lapangan.
Seorang sumber di Valdebebas, pusat latihan Madrid, menyebut, “Xabi meminta lebih banyak kedisiplinan dalam keseharian: kontrol jadwal, latihan tambahan di gym, dan sesi video kelompok maupun individu.”
Namun, tidak semua pemain menyambut baik perubahan ini. Beberapa sosok senior disebut merasa “tidak dihargai dan tidak puas.”
Perubahan paling mencolok dari era Carlo Ancelotti adalah perbedaan gaya manajemen.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
