Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 23.23 WIB

Manchester United Pusing Jelang Derby Lawan Manchester City, Cedera Matheus Cunha Jadi Pukulan Berat Pasca Menang Kontra Burnley

Matheus Cunha. (Dok. MUFC) - Image

Matheus Cunha. (Dok. MUFC)

JawaPos.com - Manchester United kembali diterpa kabar buruk setelah striker andalan mereka, Matheus Cunha, harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat cedera hamstring saat melawan Burnley di Old Trafford, Sabtu (30/8) malam WIB. Insiden itu menjadi pukulan telak bagi pelatih Ruben Amorim yang tengah berusaha mengembalikan performa tim di awal musim Liga Inggris 2025/2026.

Matheus Cunha sejatinya menjadi salah satu rekrutan paling vital bagi Manchester United musim panas lalu. Pemain asal Brasil tersebut langsung dipercaya tampil sebagai starter dalam empat laga beruntun sejak kedatangannya dari Wolverhampton Wanderers.

Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepadanya. Saat pertandingan baru berjalan di babak pertama melawan Burnley, ia tampak kesakitan dan akhirnya ditarik keluar sebelum United mencetak gol melalui blunder Josh Cullen.

Melansir dari Sports Mole, Cunha terlihat langsung menuju ruang ganti tanpa menunggu perawatan panjang di pinggir lapangan. Indikasi cedera hamstring yang dialaminya membuat staf medis United harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebuah pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui seberapa parah kerusakan ototnya. Ada kemungkinan Cunha harus absen beberapa pekan,” tulis laporan media Inggris tersebut.

Cunha sendiri sempat tampil cukup agresif di menit-menit awal. Ia mencoba beberapa kali membongkar lini belakang Burnley lewat pergerakan lincah dan kecepatan khasnya. Namun tiba-tiba, ia terlihat memperlambat langkah dan memberi isyarat tak bisa melanjutkan laga. Amorim pun tak punya pilihan selain menggantikannya dengan Joshua Zirkzee, yang akhirnya mendapatkan debutnya di Premier League musim ini.

Kehilangan Cunha di momen krusial ini membuat United ketar-ketir. Pasalnya, setelah jeda internasional, Setan Merah sudah ditunggu serangkaian laga besar. Mereka harus berhadapan dengan Manchester City dalam derby panas pada 14 September mendatang. Situasi kian sulit karena Cunha kemungkinan besar tidak akan fit untuk laga tersebut.

Selain derby, United juga dijadwalkan menghadapi Chelsea pada 20 September, lalu Brentford di akhir bulan. Tak berhenti di situ, mereka akan bersua Sunderland sebelum jeda internasional Oktober. Jika Cunha benar-benar harus menepi dalam periode itu, maka lini serang United akan kehilangan salah satu opsi terbaiknya.

Lebih jauh, laga besar kontra Liverpool di Anfield pada 19 Oktober bisa jadi masih terlalu cepat untuk melihat kembalinya Cunha ke lapangan. Dengan eliminasi dini dari ajang Piala Liga (Carabao Cup), praktis United hanya akan bermain di Premier League hingga Januari. Situasi ini membuat stok penyerang yang fit menjadi krusial bagi perjalanan Amorim musim ini.

Meski diterpa kabar buruk soal Cunha, United sedikit bisa bernapas lega dengan kembalinya Noussair Mazraoui. Bek serbabisa asal Maroko itu sudah masuk daftar pemain cadangan dalam laga kontra Burnley setelah sebelumnya absen panjang karena cedera hamstring di pramusim melawan Leeds United. Kehadiran Mazraoui tentu memberi tambahan amunisi di lini belakang yang sempat rapuh.

Dengan pulihnya Mazraoui, kini hanya Lisandro Martinez yang masih tercatat berada di ruang perawatan sebelum akhirnya bergabung dengan Cunha. Kondisi ini cukup melegakan mengingat beberapa pekan terakhir United selalu dihantui badai cedera di berbagai lini. Amorim bahkan sempat menyebut bahwa skuadnya tidak bisa tampil maksimal karena sering kehilangan pemain kunci.

Meski demikian, cedera Cunha tetap menjadi pukulan besar. Sebab, eks pemain Atletico Madrid itu dinilai sebagai sosok yang bisa memberi warna baru dalam skema permainan Amorim. Mobilitasnya di lini depan membuat United lebih variatif dalam menyerang, terutama ketika Fernandes dan lini tengah kesulitan menemukan celah.

Beberapa pihak menilai absennya Cunha akan membuka peluang lebih besar bagi Joshua Zirkzee. Striker muda asal Belanda itu akhirnya bisa membuktikan kapasitasnya setelah selama ini lebih sering jadi pilihan kedua. Namun, mengandalkan pemain tanpa banyak pengalaman di Premier League tentu menjadi risiko tersendiri bagi Amorim.

Di saat yang sama, publik Old Trafford mulai khawatir apakah lini serang United bisa tetap produktif. Dua gol perdana mereka musim ini lahir dari gol bunuh diri lawan, sebelum Fernandes akhirnya mencatatkan gol dari titik putih. Statistik tersebut menunjukkan bahwa United masih kesulitan menemukan mesin gol murni di lini depan.

Kini semua mata tertuju pada Amorim. Bagaimana ia mengatur strategi tanpa Cunha dalam beberapa laga besar akan sangat menentukan arah perjalanan United musim ini. Jika mampu mengakali absennya striker utama, Amorim bisa memperlihatkan kapasitasnya sebagai pelatih top. Namun jika gagal, tekanan publik dan media bisa kembali memuncak, terlebih jika hasil di derby Manchester tak sesuai harapan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore