Daniel Levy, Petinggi Tottenham (kiri) dan Ange Postecoglou, mantan pelatih kepala Spurs (kanan). (Dok Sky Sports)
JawaPos.com – Petinggi Tottenham Hotspur Daniel Levy menggambarkan keadaan di balik pemecatan mantan juru taktik tim, Ange Postecoglou. Levy mendeskripsikan hal tersebut sebagai suatu hal yang sulit secara emosional.
Pelatih berusia 59 tahun itu sukses membimbing Spurs meraih trofi pertama mereka dalam 17 tahun dengan mengalahkan Manchester United di final Liga Europa bulan lalu dengan skor 1 – 0 yang menyelamatkan musim suram The Lilywhites.
Hasil itu juga memastikan satu tiket kualifikasi Liga Champions untuk musim depan tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan pekerjaan Postecoglou. Ia didepak dari kursi kepala pelatih.
Melalui saluran media internal Spurs, Daniel Levy buka suara terkait pemecatan tersebut sekaligus mengucapkan terima kasih terhadap jasa-jasa Postecoglou selama menjabat sebagai pelatih Tottenham.
"Saya sangat berterima kasih kepada Ange (Postecoglou). Saya tidak menyesal menunjuk Ange (menjadi pelatih Spurs 2023 lalu). Pada musim pertamanya, kami finis di posisi kelima dan pada musim kedua, kami sangat gembira memenangkan trofi,” ujar Levy.
“Tetapi kami harus bisa bersaing di semua kompetisi. Kami merasa bahwa kami butuh perubahan untuk bangkit (di Liga Inggris),” imbuhnya.
"Saya sebenarnya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah kami. Ia dan keluarganya selalu diterima kembali (ke London)," lanjutnya.
"Itu adalah keputusan kolektif, bukan cuma keputusan saya saja. Kami melakukan semuanya bersama-sama. Secara emosional, itu sulit, tetapi kami yakin telah membuat keputusan yang tepat untuk klub," katanya lagi.
Meski membantu mengakhiri paceklik trofi klub, faktanya Postecoglou juga mengalami musim buruk dengan menelan 22 kekalahan di liga domestik, rekor Liga Inggris terburuk bagi sebuah tim untuk menghindari degradasi. Spurs bahkan finis di posisi ke-17 klasemen.
Pekan lalu, The Lilywhites baru saja mengumumkan penunjukan mantan bos Brentford Thomas Frank sebagai manajer baru klub. Mereka bersiap untuk memulai eksodus transfer musim panas untuk membangun tim baru demi bertarung di Liga Inggris dan Liga Champions musim depan.
"Kami menjalankan proses yang sangat, sangat menyeluruh dengan cepat," kata kepala eksekutif baru Spurs Vinai Venkatesham saat duduk di samping Levy.
"Kami mendefinisikan sepuluh karakteristik yang menurut kami penting untuk menjadi manajer baru yang sukses di Tottenham Hotspur. Kami menghabiskan banyak waktu dengan daftar pendek dan Thomas (Frank) benar-benar kandidat nomor satu. Kami sangat gembira dia bergabung dengan klub," ujarnya.
"Salah satu hal yang membuat saya gembira (tentang Thomas Frank) adalah kemampuan pengembang pemain muda yang luar biasa, jadi saya sangat menantikan untuk melihat apa yang dapat dia lakukan dengan skuad yang kami miliki,” tutup Venkatesham.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
