
Lamine Yamal melakukan psywar kepada Ousmane Dembele. Sumber foto: (Dok. UEFA)
JawaPos.com - Lamine Yamal menyampaikan sebuah pesan halus kepada sang pesaing peraih Ballon d'Or, Ousmane Dembele, setelah dirinya membantu Spanyol menyingkirkan Prancis di Nations League.
Kedua tim kelas atas Eropa ini menyuguhkan sebuah pertandingan yang seru di Jerman. Sang juara bertahan Euro keluar sebagai pemenang dalam laga berujung sembilan gol di MHPArena, Jumat (6/6) dini hari WIB.
Mencetak dua gol di babak pertama, Yamal menjadi pusat perhatian. Penyerang Barcelona ini menikmati musim yang luar biasa di level klub. Namun demikian, Yamal dan timnya tetap dibuat berkeringat dalam laga kontra Prancis itu, terlebih menjelang akhir pertandingan. Prancis sempat bangkit dan mengancam pertahanan Spanyol dengan menghujamkan tiga gol di menit-menit akhir. Namun, peluit panjang memaksa Prancis mengakui ketangguhan Spanyol malam itu. Dembele yang ditarik keluar saat laga tinggal menyisakan 15 menit, hanya bisa menyaksikan timnya kalah dramatis 4-5 dari pinggir lapangan.
Terlepas dari musim domestik yang luar biasa--membantu timnya, Paris Saint-Germain, meraih treble--pesona Dembele di pertandingan semifinal Nations League kemarin meredup di bawah sinar sang wonderkid, Yamal.
Kedua pemain sayap yang memukau ini, Dembele dan Yamal, memang menjadi pemain yang diunggulkan dalam perebutan gelar Ballon d'Or di akhir tahun ini. Yamal sempat bergurau bahwa penampilannya di semifinal lalu mungkin akan membuatnya mendapat anggukan dari para juri.
"Saya selalu mengatakan kepada ibu saya, apa yang memotivasi saya dan apa yang membuat saya bangun di pagi hari adalah untuk bermain sepak bola,” ujar pemain berusia 17 tahun itu seusai pertandingan. "Dembele adalah pemain yang hebat, tetapi kami berada di final."
Mantan pemenang Piala Dunia, Bastian Schweinsteiger, juga menyatakan bahwa penampilan impresif sang pemain muda itu dapat membantunya meraih Ballon d'Or.
"Ballon d'Or? Lamine Yamal harus mendapat tempat yang lebih tinggi dari Dembele," katanya kepada SWR. "Lamine Yamal tampil lebih baik malam ini."
Yamal memainkan peran kunci dalam kemenangan Spanyol di Euro 2024 musim panas lalu, memecahkan rekor sebagai finalis termuda dengan usia 16 tahun 338 hari. Dan sang remaja itu kini tengah menorehkan babak terbaru dalam sejarah sepak bola Spanyol yang penuh warna dengan membantu negaranya mempertahankan mahkota Nations League di final melawan Portugal.
Mengenai kemenangan secara umum atas Prancis, Yamal mengatakan, "Prancis adalah tim yang hebat, mereka membuat Anda menderita, itu normal. Mereka adalah para pemain yang membuat Anda menderita sampai akhir. Tetapi kami sangat senang dengan kemenangan ini."

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
