Victor Lindelof. (Dok. MUFC)
JawaPos.com - Kabar mengenai masa depan Victor Lindelof bersama Manchester United akhirnya semakin menemui kejelasan. Bek tengah asal Swedia tersebut dikabarkan hampir pasti akan meninggalkan Old Trafford di akhir musim 2024/2025. Seiring kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2025 dan kecil kemungkinan untuk diperpanjang, sejumlah klub pun mulai bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangannya.
Menurut laporan dari CaughtOffside, setidaknya ada empat klub Premier League yang telah melakukan pendekatan kepada perwakilan Lindelof. Mereka adalah Fulham, Everton, West Ham United, dan Wolverhampton Wanderers. Keempat klub tersebut telah membuka komunikasi untuk mendiskusikan peluang merekrut pemain berusia 30 tahun tersebut secara gratis begitu musim berakhir.
Lindelof sendiri telah memperkuat Manchester United sejak 2017 setelah direkrut dari Benfica. Kala itu, ia datang dengan reputasi tinggi dan harapan besar untuk menjadi pilar baru di lini belakang Setan Merah. Namun, perjalanan kariernya di Old Trafford terbilang naik-turun. Dari total 277 penampilan di semua kompetisi, performa Lindelof dinilai kurang konsisten, meskipun ia tetap menjadi bagian penting skuad terutama dalam periode krisis cedera yang dialami tim musim ini.
Musim 2024/2025, Lindelof telah tampil dalam 18 pertandingan, dengan 11 di antaranya di ajang Premier League. Perannya menjadi semakin vital seiring badai cedera yang menimpa lini pertahanan Manchester United, membuatnya sering kali dipercaya turun ke lapangan dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Meski peluang kembali ke Benfica juga sempat mengemuka, Lindelof disebut lebih condong untuk tetap melanjutkan karier di Inggris. Faktor keluarga menjadi alasan utama, mengingat keluarganya sudah merasa nyaman tinggal di negara tersebut. Selain itu, bertahan di Premier League juga memberinya kesempatan untuk tetap bermain di level tertinggi kompetisi sepak bola dunia.
Selain ketertarikan dari klub-klub Inggris, sejumlah raksasa Eropa seperti Juventus, Inter Milan, dan mantan klubnya, Benfica, juga memantau situasi Lindelof dengan serius. Namun, sejauh ini prioritas Lindelof tetap bertahan di Inggris. Hal itu sejalan dengan pernyataannya beberapa waktu lalu ketika ia mengungkapkan bahwa keputusan soal masa depan tidak hanya akan mempertimbangkan aspek profesional, tetapi juga kenyamanan keluarganya.
"Benfica adalah klub yang sangat berarti bagi saya. Mereka membentuk saya menjadi pemain seperti sekarang ini," ujar Lindelof saat menjalani tugas internasional bersama Timnas Swedia awal tahun ini.
"Saya belum tahu apa yang akan terjadi dan keputusan apa yang akan saya ambil. Tapi, itu adalah klub yang saya sukai."
Lindelof juga menegaskan bahwa saat ini keputusan soal masa depannya melibatkan banyak pertimbangan, tidak hanya untuk dirinya pribadi.
"Saya tidak hanya memikirkan diri sendiri lagi. Ini adalah keputusan yang harus kami buat sebagai keluarga," lanjutnya.
"Saya selalu memikirkan apa yang terbaik untuk karier sepak bola saya, tetapi semua itu harus sejalan dengan apa yang terbaik untuk keluarga saya. Saat ini, kami mendiskusikannya secara internal."
Walaupun perjalanan Lindelof di Manchester United tidak selalu berjalan mulus, banyak pihak menilai bahwa ia masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tinggi. Dengan usia yang baru menginjak 30 tahun, Lindelof dinilai masih berada dalam periode emas bagi seorang pemain bertahan. Keputusan untuk meninggalkan Man United dipandang sebagai langkah tepat agar ia mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain reguler di klub lain.
Ketika pertama kali bergabung dari Benfica, Victor Lindelof menjadi salah satu bek muda paling diburu di Eropa. Manchester United kala itu mengalahkan banyak klub besar lain dalam persaingan mendapatkan tanda tangannya. Sayangnya, ekspektasi besar itu tidak sepenuhnya terwujud. Faktor persaingan ketat di lini belakang, pergantian manajer, hingga perubahan gaya bermain menjadi tantangan tersendiri yang membuat Lindelof sulit tampil konsisten di Old Trafford.
Namun, bukan berarti kiprah Lindelof bersama Manchester United layak dianggap gagal total. Ia telah mencatatkan 189 pertandingan di Premier League, serta berpengalaman bermain di ajang Liga Champions dan Liga Europa. Catatan ini tentu menjadi modal berharga bagi klub-klub peminat yang ingin mendapatkan bek tengah berpengalaman dengan status bebas transfer.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
