Jude Bellingham saat mendapatkan kartu merah. (Dok. La Liga)
JawaPos.com - Real Madrid telah disebut-sebut mempertimbangkan kemungkinan untuk meninggalkan La Liga karena adanya dugaan agenda yang dianggap merugikan klub di sepak bola Spanyol.
Bersama rival besar mereka, Barcelona, Real Madrid masih berpegang teguh pada proyek 'Liga Super' yang secara spektakuler gagal dimulai pada musim semi 2021 setelah sembilan dari 12 anggota pendiri segera meninggalkannya di tengah reaksi keras dari publik.
Namun, dilansir dari laman SPORT bahwa Los Blancos kabarnya merasa jengkel di Spanyol lantaran menjadi korban dari sebuah sistem yang menghukum mereka di atas yang lain.
Pihak Real Madrid merasa bahwa presiden La Liga, Javier Tebas, telah menyatukan semua klub untuk melawan mereka, yang seharusnya diperjelas dengan tanggapannya terhadap surat protes terhadap wasit.
Pemantik Los Blancos dalam mengeluarkan keputusan tersebut adalah saat insiden pengusiran Jude Bellingham yang baru-baru ini memanas di Spanyol.
Bellingham dikartu merah oleh wasit Jose Luis Munuera Montero karena melakukan pelanggaran dan dianggap mengeluarkan kata-kata kasar pada menit ke-39 saat mereka bermain imbang dengan Osasuna.
Wasit asal Spanyol tersebut menuduh mantan pemain muda Birmingham City tersebut meneriakkan kata-kata tidak pantas ke arahnya, saat Bellingham melampiaskan kekesalannya.
Namun demikian, Bellingham memiliki penjelasan yang berbeda mengenai skenario tersebut, dengan pemain berusia 21 tahun ini bersikeras bahwa ia tidak mengatakan hal-hal tak pantas kepada wasit.
Pemain asal Inggris ini juga mengklaim bahwa bahasa yang digunakan ditujukan kepada dirinya sendiri sebagai bentuk kekesalan, bukan kepada ofisial pertandingan.
Akibat terlalu sering berurusan dengan wasit, Real Madrid kabarnya membuat keputusan yang mengejutkan dan ingin bergabung dengan liga lain di Eropa, di tengah-tengah rasa frustasi mereka.
Laporan tersebut mengklaim bahwa tim besutan Carlo Ancelotti ini bisa saja bergabung dengan Serie A, Ligue 1 atau Bundesliga untuk menyelesaikan masalah mereka.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden Florentino Perez akan membutuhkan persetujuan dari FIFA untuk meminta perubahan kompetisi dengan lampu hijau dari La Liga.
Kemudian Real Madrid juga meminta izin dari UEFA, yang juga ditengarai sedang berkonflik dengan mereka karena sebelumnya mendukung proyek Liga Super.
Jika ditelisik, sebuah klub ekspatriat yang bermain di liga luar negeri bukanlah hal yang baru, namun hal ini jarang terjadi dan biasanya terjadi di level yang lebih rendah.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
