pelatih Atletico Diego Simeone marah dengan performa anak asuhnya saat melawan Real Sociedad.
JawaPos.com - Di tengah persaingan ketat La Liga musim 2024/2025, Atletico Madrid memimpin klasemen dengan 44 poin dari 19 pertandingan, unggul tipis satu poin dari rival sekota Real Madrid.
Barcelona dan Athletic Club mengikuti di posisi ketiga dan keempat dengan 38 dan 36 poin. Dalam persaingan yang begitu ketat, detail-detail kecil bisa menjadi penentu juara, dan salah satu aspek yang menonjol dari Atletico Madrid adalah eksekusi tendangan sudut mereka.
Atletico Madrid yang dikenal dengan pertahanan kokohnya - hanya kebobolan 12 gol sejauh ini - ternyata juga memiliki senjata rahasia dalam serangan bola mati, khususnya tendangan sudut. Diego Simeone telah mengembangkan strategi korner pendek yang sangat efektif, memanfaatkan kemampuan teknis pemain-pemain seperti Antoine Griezmann dan Julián Alvarez.
Strategi pertama yang mereka terapkan adalah menciptakan situasi superioritas jumlah secara mendadak. Awalnya, mereka tidak menempatkan pemain untuk opsi korner pendek. Kemudian, seorang pemain dari tepi kotak penalti bergerak untuk menerima umpan pendek dan mengembalikannya ke pengeksekusi, menciptakan situasi 2 lawan 1 yang menguntungkan. Taktik ini membuat tim lawan kesulitan mengorganisir pertahanan mereka.
Variasi kedua yang menarik adalah menempatkan pemain berkualitas teknis tinggi seperti Griezmann atau Alvarez di dekat kiper lawan. Secara mengejutkan, pemain tersebut kemudian berlari cepat untuk menerima umpan pendek di area berbahaya dalam kotak penalti. Pergerakan ini sering membuat kacau sistem marking lawan, menciptakan ruang bagi pemain lain untuk menyerang atau membuka kesempatan tembakan langsung.
Tim asuhan Simeone juga memiliki beberapa variasi lain, termasuk rotasi bola ke pemain kedua di tepi kotak penalti untuk melakukan tembakan langsung. Semua strategi ini dirancang dengan mempertimbangkan berbagai sistem pertahanan lawan, baik yang menggunakan marking ketat maupun pertahanan zona.
Yang membuat strategi ini semakin efektif adalah pemanfaatan masalah orientasi yang dialami pemain bertahan. Ketika bola diarahkan ke tiang jauh, defender yang menggunakan sistem marking mengalami kesulitan untuk mengawasi pergerakan pemain sekaligus mengikuti arah bola, menciptakan celah yang bisa dimanfaatkan oleh para penyerang Atletico Madrid.
Keberhasilan taktik korner pendek ini menunjukkan bahwa Simeone tidak hanya handal dalam mengatur pertahanan, tetapi juga cerdik dalam merancang serangan dari bola mati. Hal ini menjadi senjata tambahan yang berharga bagi Atletico Madrid dalam persaingan gelar La Liga musim ini.
Atletico Madrid menjadi pemimpin klasemen sementara Liga Spanyol. (Instagram/@cesarazpi)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
