Ruben Amorim dan stafnya menerima pesangon dengan jumlah besar setelah dipecat oleh Manchester United (Getty Images/Robbie Jay Barratt)
JawaPos.com - Manchester United akhirnya mengonfirmasi besarnya biaya yang harus mereka tanggung setelah memecat pelatih asal Portugal, Ruben Amorim. Dalam dokumen resmi yang diajukan ke Bursa Saham New York pada Kamis (26/02/2026), klub mengungkap potensi pembayaran mencapai 15,9 juta pounds atau sekitar Rp362 miliar.
Angka tersebut dicantumkan sebagai peristiwa setelah periode pelaporan kuartal kedua yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sehari sebelumnya, United juga mengumumkan keuntungan sebesar 32,6 juta pounds pada periode yang sama.
Dalam laporan itu dijelaskan bahwa biaya amortisasi sebesar 6,3 juta pounds, yang sebelumnya terkait perekrutan Amorim dari Sporting CP pada November 2024, telah dihapus.
Sebagai gantinya, klub mencatat provisi 15,9 juta pounds yang merepresentasikan potensi pembayaran maksimal kepada Amorim beserta staf pelatihnya.
Meski tidak dirinci secara gamblang apa yang memicu pembayaran penuh tersebut, sumber internal menyebutkan klausul itu berkaitan dengan pekerjaan Amorim di masa depan.
Hingga kini, pelatih berusia 41 tahun tersebut belum memberikan pernyataan publik terkait pemecatannya.
Keputusan berpisah diumumkan pada 5 Januari lalu, sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds. Situasi memanas setelah Amorim melontarkan kritik terbuka terhadap hierarki klub. Beberapa hari sebelumnya, ia juga dikabarkan berselisih dengan direktur sepak bola Jason Wilcox.
Secara keseluruhan, perubahan di kursi pelatih dalam dua musim terakhir membuat MU merogoh kocek sangat dalam.
Sebelumnya, mereka membayar 11 juta pounds kepada Sporting untuk memboyong Amorim, serta 10,4 juta pounds untuk mengakhiri kontrak Erik ten Hag. Jika ditotal, biaya yang berkaitan dengan pergantian manajer ini mencapai 37,3 juta pounds.
Dari sisi performa, masa kerja Amorim terbilang singkat. Ia memimpin tim selama 14 bulan, menjadi manajer tetap dengan masa jabatan terpendek sejak era David Moyes pada 2014. Dari 63 pertandingan, Amorim mencatat 25 kemenangan.
Pada musim 2024/2025, MU finis di peringkat ke-15 Liga Inggris, capaian terburuk sejak degradasi 1973-74. Mereka juga kalah di final Liga Europa dan dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim ini. Kekalahan dari Grimsby di Carabao Cup lewat adu penalti semakin memperburuk situasi.
Saat dipecat, MU berada di posisi keenam klasemen liga. Namun, ketegangan internal dan hasil yang tak konsisten membuat manajemen memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Kini, beban finansial besar menjadi konsekuensi dari eksperimen manajerial yang tak berjalan sesuai rencana.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
