Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez. (Dok. Lautaro Martinez)
JawaPos.com - Inter Milan belum selesai memproses kekalahan mereka di Norwegia. Kini, fokus kemarahan Nerazzurri bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada kondisi lapangan sintetis markas Bodo/Glimt yang dianggap bermasalah.
Cedera betis yang dialami Lautaro Martinez dalam laga Liga Champions tengah pekan lalu menjadi pemicu utama kekesalan tersebut. Pihak klub diyakini merasa bahwa permukaan lapangan buatan tempat pertandingan digelar turut berkontribusi terhadap masalah fisik sang kapten.
Sudah Mengeluh Sebelum Kick-off
Menariknya, keluhan itu bukan muncul setelah pertandingan saja. Laporan menyebut Inter sudah “secara tidak resmi mengeluhkan” kondisi lapangan kepada UEFA sebelum laga dimulai.
Melansir Football Italia, para direktur klub dikabarkan menilai kualitas rumput sintetis tersebut jauh dari standar kompetisi elite Eropa.
Bahkan, dalam laporan media Italia, permukaan lapangan itu digambarkan 'terlihat seperti tikar Subbuteo yang dipasang dengan buruk' dengan kerutan aneh di sekitar tepinya. Deskripsi yang cukup tajam dan jelas menunjukkan ketidakpuasan.
Lautaro dan Zielinski Jalani Tes
Lautaro ditarik keluar pada menit ke-60 setelah terlihat mengalami masalah di betisnya. Pelatih Cristian Chivu pun mengakui setelah pertandingan bahwa cedera tersebut cukup serius.
Pemain asal Argentina itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis pada hari Jumat, setelah skuad Inter kembali dari Norwegia.
Laporan terbaru menyebut Lautaro terlihat menyeret kaki kanannya saat tiba di bandara pagi ini, sebuah detail kecil yang tentu saja membuat fans makin khawatir.
Sementara itu, Piotr Zielinski, yang masuk menggantikan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-76 dan bermain hingga laga usai, juga akan menjalani tes medis. Meski ia terlihat berjalan 'normal', Inter tetap ingin memastikan tidak ada masalah lanjutan dari cedera ringannya.
Situasi ini menambah lapisan ketegangan di tengah jadwal padat Inter. Jika Lautaro benar-benar harus menepi cukup lama, maka keluhan soal lapangan bukan sekadar alasan emosional, melainkan isu serius terkait keselamatan pemain.
Di level Liga Champions, standar fasilitas seharusnya menjadi prioritas. Dan bagi Inter, apa yang terjadi di Norwegia terasa seperti bencana yang tidak bisa diabaikan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
