Real Madrid kembali menggeber latihan intens, para pemain mengenakan masker hipoksia khas. (Dok. Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Real Madrid kembali ke lapangan latihan usai jeda singkat, tetapi suasananya jauh dari kata santai. Alih-alih sesi ringan, skuad Los Blancos langsung digembleng lewat latihan intens berdurasi hampir tiga jam di bawah komando pelatih kebugaran Antonio Pintus.
Melansir Mundo Deportivo, dalam sesi tersebut, Pintus kembali memperkenalkan salah satu ciri khas metodenya: masker latihan hipoksia, yang sudah lama dikenal dengan sebutan “masker Pintus”.
Alat ini bukan hal baru di Valdebebas, tetapi kemunculannya selalu menjadi sinyal bahwa sesi latihan akan berlangsung berat.
Sepanjang kariernya, Pintus memang terkenal dengan pendekatan fisik tingkat lanjut. Masker hipoksia menjadi bagian penting dari filosofi latihannya, terutama untuk menguji dan meningkatkan kapasitas fisik pemain secara menyeluruh.
Tujuan penggunaan masker ini adalah mensimulasikan kondisi latihan di dataran tinggi, di mana kadar oksigen jauh lebih rendah dibandingkan permukaan laut. Dengan cara tersebut, staf pelatih dapat menilai daya tahan, efisiensi pernapasan, serta kondisi fisik keseluruhan setiap pemain dengan lebih akurat.
Apa Itu Masker Pintus?
Masker Pintus dikenakan menutupi mulut dan hidung, sehingga pemain dipaksa bernapas melalui filter khusus. Di dalamnya terdapat tiga katup yang bisa diatur—dua untuk menarik napas dan satu untuk menghembuskan napas—yang berfungsi mengontrol jumlah oksigen yang masuk ke tubuh.
Melalui pengaturan tersebut, masker ini mampu mensimulasikan latihan pada ketinggian mulai dari sekitar 910 meter hingga 5.500 meter di atas permukaan laut. Artinya, tubuh pemain dipaksa bekerja lebih keras meski sebenarnya masih berlatih di lingkungan normal.
Setelah sesi latihan berakhir, Pintus mempelajari data yang dihasilkan setiap pemain secara detail. Informasi ini kemudian digunakan untuk menyusun program kebugaran individual, agar setiap anggota skuad berlatih sesuai kebutuhan fisik masing-masing.
Real Madrid sendiri menggunakan model Cosmed V5, salah satu perangkat paling canggih di kelasnya. Setiap unit memiliki nilai sekitar €30.000, termasuk perangkat lunak analisis performa yang menyertainya.
Detail Perangkat
Meski terlihat rumit, pengoperasian alat ini relatif sederhana. Perangkat terdiri dari masker yang dikaitkan di leher menggunakan tali, serta unit ransel kecil yang dibawa pemain selama latihan.
Baca Juga: Transformasi Real Madrid! Ini Deretan Pemain yang Untouchable di Bawah Kepelatihan Alvaro Arbeloa
Melalui antena kecil, seluruh data dikirim secara real-time lewat koneksi Bluetooth ke komputer atau tablet milik staf pelatih. Dengan begitu, kondisi setiap pemain bisa dipantau secara langsung, dan beban latihan dapat disesuaikan seketika bila diperlukan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
