
Igor Tudor minta maaf kepada para penggemar setelah kebobolan di menit akhir. (AP Photo/John Raoux)
JawaPos.com–Igor Tudor sebut tidak peduli dengan masa depannya setelah Juventus kalah dari Lazio. Itu menjadi kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi.
Pelatih Kroasia tersebut juga mengkritik penampilan Andrea Cambiaso dan Jonathan David. Dia menjalani debut duo bersama Dusan Vlahovic pada laga ini.
Tapi sundulannya yang buruk justru menjadi penyebab gol Lazio. Jonathan David memberikan bola langsung ke Danilo Cataldi, kemudian disambar Toma Basic dari luar kotak penalti.
Tudor jelas tidak senang. Dalam 10 menit setelah babak pertama dimulai dia menyuruh Filip Kostic melakukan pemanasan dan berteriak kepada Cambiaso, meski pada akhirnya, bek sayap kiri itu digantikan di awal babak kedua.
"Kostic sedang pemanasan karena saya melihat Cambiaso tidak bermain bagus, tetapi secara umum tim memiliki sikap yang tepat sejak awal (pertandingan), terlepas dari kesalahan Johnny (David) dan gol itu," ujar Tudor kepada DAZN Italia.
"Ini momen yang buruk, momen yang sulit, kami harus tetap bersatu dan bekerja sama. Ada kekecewaan, karena saya pikir kami mempersiapkan dengan benar, tetapi kami selalu kekurangan sesuatu. Kami sampai di kotak penalti dan gagal memasukkan bola ke gawang," papar dia.
"Kami juga terus mengingatkan diri sendiri untuk tidak membuat kesalahan, tetapi selalu ada kesalahan, dan kami kalah. Kami merasa sangat buruk, tetapi kami harus tetap bersatu," tambah Igor Tudor.
Masalah terbesar mereka tampaknya sudah jelas. Ini adalah pertandingan keempat berturut-turut Juve tanpa gol, sesuatu yang belum pernah mereka alami sejak Maret 1991 silam di bawah asuhan pelatih legendaris, Gigi Maifredi.
“Kami mencoba dengan dua striker sejak awal, lalu empat penyerang, kami mencoba segalanya (untuk mengakhiri paceklik gol), tetapi jelas (masih) ada yang kurang di lini depan,” aku pelatih kepala berusia 47 tahun tersebut.
Bianconeri kini tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan kompetitif, setelah lima kali seri berturut-turut, diikuti tiga kekalahan beruntun dari Como, Real Madrid, dan Lazio, rekor negatif terpanjang mereka sejak Mei 2009.
“Kita (Juventus) semua bertanggung jawab (atas kekalahan ini). Kita harus berusaha lebih baik dan tetap bersatu, kita punya pertandingan lagi dalam beberapa hari, saya pikir kemenangan akan membawa kita ke jalur yang benar," tutur Igor Tudor.
“Akan jadi masalah jika kita butuh empat striker untuk mencetak gol dan 10 gelandang untuk bertahan. Akan jadi masalah jika seseorang selalu membuat kesalahan. Seperti yang sudah saya katakan, kita akan segera bermain lagi dan harus tetap fokus,” sambung dia.
Petinggi Juventus berulang kali menyatakan dukungan penuh terhadap Tudor, tetapi berapa lama pelatih tersebut secara realistis dapat melanjutkan performa tim yang semakin memburuk. Tudor dalam konferensi pers juga menyatakan tidak peduli dengan masa depannya.
“Orang-orang terus bertanya apakah saya merasa aman atau tidak, tetapi saya tidak memikirkan diri saya. Saya tidak peduli dengan masa depan saya, yang saya pedulikan adalah melakukan apa yang saya bisa, menyadari semua masalah, dan berusaha memperbaiki keadaan," tandas Igor Tudor.
“Masa depan saya sama sekali tidak menarik,” ucap mantan pelatih Marseille dan Lazio tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
