Ultras Inter Milan dan AC Milan. (Marco Nanoniero/LightRocket)
JawaPos.com – Seorang hakim Italia, Rossana Mongiardo pada Selasa (17/6) waktu setempat, dikabarkan menjatuhkan hukuman penjara mulai dari dua hingga 10 tahun kepada 16 ultras dua klub raksasa Italia: Inter Milan dan AC Milan.
Melansir dari ESPN, tuduhan kepada para ultras kota Milan ini mencakup kejahatan pembunuhan, pemerasan, dan hubungan kriminal dengan mafia 'Ndrangheta yang notabene merupakan kelompok penjahat paling kuat di Italia.
Putusan tersebut menyusul persidangan yang diadakan secara tertutup di pengadilan tertinggi penjara San Vittore di Milan. Kasus tersebut merupakan hasil dari penangkapan 19 orang pada September lalu setelah penyelidikan oleh jaksa penuntut Milan dan kantor jaksa penuntut anti-mafia nasional.
Sidang kedua, yang melibatkan tiga ultras AC Milan lainnya yang baru saja ditangkap, akan menyampaikan putusan barunya pada Kamis (19/6) waktu Italia.
Jaksa berpendapat bahwa kelompok ultras tersebut bertindak sebagai milisi swasta dengan pengaruh kriminal yang jauh melampaui stadion, dengan tuduhan penyusupan oleh mafia dan kelompok ekstremis sayap kanan Italia.
Sekitar 200 penggemar AC Milan berdemonstrasi di luar pengadilan sebagai bentuk solidaritas dengan sesama ultras sebelum vonis hukuman dijatuhkan pada sidang pertama tersebut.
Hakim Rossana Mongiardo menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Andrea Beretta, mantan pemimpin ultras Inter Milan. Ia telah mengakui pembunuhan Antonio Bellocco pada bulan September, seorang tokoh terkemuka di 'Ndrangheta dan sesama ultras Inter.
Setelah penangkapannya, Beretta menjadi saksi negara dan bekerja sama dengan penyidik, yang berkontribusi pada hukuman yang lebih ringan daripada yang mungkin akan diterapkan dalam kasus pembunuhan.
Luca Lucci, pemimpin legendaris ultras AC Milan, yang juga sedang diselidiki dalam kasus paralel untuk perdagangan narkoba internasional, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara ditambah empat tahun masa percobaan atas tuduhan hubungan kriminal dan percobaan pembunuhan.
Dalam persidangan cepat tersebut, kasus-kasus disidangkan oleh hakim secara tertutup tanpa saksi. Para terdakwa mendapatkan pengurangan hukuman sepertiga jika mereka menyetujui proses dilanjutkan.
Hakim juga memerintahkan ketentuan yang dapat segera diberlakukan sebesar EUR 50 ribu yang dibayarkan masing-masing kepada Inter dan AC Milan, ditambah EUR 20 ribu tambahan kepada Serie A Italia. Setiap ganti rugi lebih lanjut akan dinilai secara terpisah dalam proses perdata.
Para pemimpin ultras, bersama dengan mafia 'Ndrangheta, menjalankan penipuan tiket dan pemerasan keamanan di tempat penjualan minuman dan tempat parkir di sekitar stadion San Siro, yang digunakan bersama oleh kedua klub.
Menurut para penyelidik, kasus yang ditemukan di Milan bukanlah satu-satunya kasus di Italia di mana para bos kejahatan dan kelompok sayap kanan memanfaatkan kekuatan dan aktivitas mencari uang dari para penggemar yang selalu hadir ke stadion.
Masalah serupa telah terungkap di Yunani di mana polisi telah melakukan puluhan penangkapan saat mereka menyelidiki dugaan hubungan antara penggemar olahraga yang melakukan kekerasan dan berhubungan dengan geng kriminal.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
