Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 17.20 WIB

Inggris Harus Segera Temukan Ritme Jelang Piala Dunia

Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel. (Dok. Instagram)  - Image

Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel. (Dok. Instagram) 

JawaPos.com-Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Inggris harus menelan kekalahan dari tim asal Afrika. Bertanding di laga persahabatan internasional kontra Senegal, tim asuhan Thomas Tuchel tumbang 1-3 dalam pertandingan di City Ground, Nottingham, Rabu (11/6) dini hari WIB.

Harapan sempat membuncah timnas Inggris ketika Harry Kane mencetak gol lebih dulu saat awal laga. Secara permainan, The Three Lions kurang meyakinkan akibat kurangnya ketajaman dari lini depan maupun belakang.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Sebelum jeda babak pertama, Senegal berhasil menyamakan kedudukan lewat Ismaila Sarr yang memanfaatkan kelengahan benteng pertahanan yang dikawal Kyle Walker.

Melansir melalui laman skysports, Senegal semakin percaya diri usai turun minum. Ketika babak kedua memasuki menit ke-63, Habib Diarra menghukum kelengahan lini belakang Inggris. Dia lolos dari kawalan Morgan Gibbs White dan kembali menjebol gawang Dean Henderson melalui sela kaki.

Inggris mencoba bangkit. Peluang emas dari Bukayo Saka dan Gibbs White berhasil dipatahkan kiper Senegal, Edouard Mendy. Jude Bellingham bahkan sempat mencetak gol penyeimbang, namun dianulir karena handball Levi Colwill dan sempat memicu kontroversi dari pemain Inggris akibat keputusan wasit.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Inggris justru kembali kebobolan di masa injury time yang mengubah skor menjadi 3-1. Berawal dari tendangan bebas Noni Madueke yang gagal, Senegal melancarkan serangan balik cepat. Youssouf Sabaly mengakhiri serangan cepat itu dengan tenang, sekaligus mengunci kemenangan bersejarah bagi Senegal karena berhasil menaklukan The Three Lions.

Peluit panjang disambut dengan sorakan kecewa dari tribun. Malam yang suram bagi Tuchel seusai ditaklukan timnas asal Afrika, Senegal dengan kebobolan tiga gol sekaligus setelah timnya berhasil membuka gol lewat Harry Kane.

"Kami belum dapat sinkron antar para pemain dan kami harus memperbaiki hal tersebut," ucap Tuchel, mengakui performa anak asuhnya kembali di bawah standar.

"Rasanya seperti beku, tidak aktif, dan kehilangan agresivitas," tambah dia.

Sementara itu, keputusan Tuchel memasukkan Ivan Toney sebagai pelapis Kane saat menit ke-88 juga menjadi sorotan publik. Ditanya soal itu, Tuchel menjelaskan bahwa Toney dipersiapkan untuk situasi bola mati, namun momen itu tak datang seperti yang dia harapkan.

Tak hanya Tuchel, performa Kyle Walker pun ikut jadi bahan perbincangan seusai pertandingan tersebut. Bek kanan senior yang kini menginjak usia 35 tahun itu tampak lamban saat Senegal mencetak gol penyama. Legenda Roy Keane bahkan menyebut Walker pemalas dan tidak bisa diganggu untuk kembali mempertahankan lini belakang.

"Dia pemain berpengalaman. Itu bukan soal kurang konsentrasi terkait gol yang terjadi dari Senegal, tapi soal etos kerja," kritik Keane tajam terhadap Walker.

Walker yang musim lalu sempat dipinjamkan ke AC Milan kini berada di pengujung karir. Apabila performanya tak segera membaik, posisinya di Piala Dunia musim panas nanti pun bisa saja terancam.

Dengan waktu persiapan yang terbatas jelang turnamen besar, Inggris punya pekerjaan rumah besar. Seperti dikatakan sang kapten Harry Kane, yang mengingatkan kepada rekannya untuk segera menemukan tempo permainan yang tepat apabila tak ingin hilang kesempatan jelang pertandingan besar mendatang.

"Tak ada alasan. Kami harus segera menemukan ritme, karena Piala Dunia sudah di depan mata," tandas Kane.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore