Carlo Ancelotti dan Luka Modric (Dok. World Soccer Talk)
JawaPos.com - Carlo Ancelotti dan Luka Modrić telah mengucapkan selamat tinggal yang mengharukan di Santiago Bernabéu, Spanyol, pada Sabtu (24/5) malam, setelah Real Madrid berhasil mengalahkan Real Sociedad dengan skor 2-0.
Dilansir dari laman ESPN pada Minggu (25/5), Real Madrid telah secara resmi mengumumkan kepergian pelatih Carlo Ancelotti yang akan menangani tim nasional Brasil, bersamaan dengan Luka Modrić yang juga akan meninggalkan klub musim ini.
Modrić diketahui telah memenangkan rekor sebagai pemain Real Madrid dengan berhasil memenangkan 28 trofi serta telah menghabiskan 13 tahun sebagai pemain kunci sekaligus menjadi salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sejarah panjang klub tersebut.
Modrić mengakhiri 13 tahun pengabdiannya sebagai pemain kunci dan salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sejarah Real Madrid, dengan koleksi rekor 28 trofi.
Dalam pidato perpisahannya yang emosional, Modrić menyampaikan, "Ini merupakan perjalanan panjang dan mengagumkan. Saya ingin berterima kasih kepada klub, presiden Florentino Pérez, semua pelatih yang pernah saya miliki selama ini, rekan satu tim saya, dan semua orang yang telah membantu saya."
"Kita telah melewati momen-momen yang luar biasa, memenangkan banyak trofi, Tetapi ttrofi terbesar yang pernah saya menangkan adalah kasih sayang dan cinta kalian. Ada ungkapan yang saya suka, Jangan menangis karena semuanya sudah berakhir, tersenyumlah karena itu pernah terjadi," ungkap Modrić.
Pertandingan terakhir pemain asal Kroasia ini bersama Los Blancos akan berlangsung di Piala Dunia Antarklub musim ini di Amerika Serikat, di mana Real Madrid akan langsung dilatih oleh Xabi Alonso.
Di sisi lain, Carlo Ancelotti juga tercatat sebagai pelatih paling berprestasi dalam sejarah Real Madrid, dengan 15 trofi yang dimenangkan selama enam tahun dalam dua periode kepelatihannya.
Meskipun memiliki kontrak hingga 2026, musim ini menjadi musim tanpa trofi dan kekalahan beruntun Real Madrid dari Barcelona di LaLiga serta Copa del Rey, ditambah tersingkir di perempat final Liga Champions, menjadi penyebab utama klub melakukan perombakan kepemimpinan pelatih.
Ancelotti juga mengungkapkan perasaannya, "Hari ini penuh dengan emosional. Saat Anda memenangkan Liga Champions, Anda tidak merasakan emosi seperti ini. Menangis bukanlah masalah, menangis adalah hal yang wajar. Suatu kehormatan, suatu kesenangan untuk menjadi bagian dari keluarga ini di mana kita semua menulis serta mencatat sejarah untuk klub ini. Itulah tujuan saya sejak hari pertama saya bergabung dan saya telah mencapainya."
Dalam pertandingan perpisahan yang penuh haru, Real Madrid berhasil meraih kemenangan berkat dua gol dari Kylian Mbappé di setiap babak. Kemenangan ini memberikan penutup manis untuk perpisahan Ancelotti dan Modrić dari klub yang telah mereka ukir sejarahnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
