
Luis Enrique kontraknya diperpanjang PSG hingga tahun 2027 (Dok. PSG)
JawaPos.com- Paris Saint-Germain (PSG) menunjukkan bahwa kejayaan tidak selalu bergantung pada nama-nama besar. Meski kehilangan megabintangnya Kylian Mbappe musim lalu, tim asuhan Luis Enrique berhasil mengamankan gelar juara Ligue 1 2024/2025 dengan enam laga tersisa, usai menang tipis 1-0 atas Angers di Parc des Princes.
Kemenangan tersebut memastikan gelar keempat beruntun bagi PSG dan sekaligus menjadi gelar Ligue 1 ke-13 sepanjang sejarah klub, memperpanjang rekor mereka sebagai klub tersukses di Prancis.
Namun, misi PSG belum selesai. Luis Enrique menegaskan, timnya kini membidik target baru dengan menyelesaikan musim tanpa kekalahan, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih klub manapun di Ligue 1.
"Merayakan gelar di awal April menunjukkan level luar biasa yang kami capai musim ini. Tapi kami belum selesai. Kami ingin menutup musim ini tanpa kekalahan. Belum ada yang pernah melakukannya di Prancis, dan itu akan jadi tambahan motivasi," ujar Enrique.
Musim ini menjadi pembuktian bahwa PSG tak butuh trio Messi, Neymar, Mbappe untuk mendominasi. Tanpa satu pun dari mereka, PSG tetap tajam. Lini serang dipimpin oleh Ousmane Dembele (21 gol) dan Bradley Barcola (13 gol), sementara total 18 pemain berbeda menyumbang gol, menghasilkan 80 gol hanya dalam 28 pertandingan nyaris melampaui torehan 81 gol dalam 34 laga musim lalu.
"Saya sangat beruntung memiliki pemain dengan kecerdasan dan fleksibilitas tinggi. Mereka bisa menyerang dan bertahan bersama. Ini permainan kolektif seperti yang saya inginkan sejak lama," kata Enrique.
PSG kini hanya butuh mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam enam pertandingan tersisa untuk mencatat sejarah sebagai tim Ligue 1 pertama yang menutup musim tanpa kekalahan. Rekor terpanjang sebelumnya dipegang oleh Nantes pada musim 1994/1995 dengan 32 laga tak terkalahkan, meski tetap kalah satu kali dalam semusim.
Saat ini, PSG telah mencatat sembilan kemenangan beruntun di Ligue 1 sejak Februari dan hanya terpeleset lima kali lewat hasil imbang.
Dominasi di liga belum membuat PSG puas. Klub ibu kota masih punya dua target besar di sisa musim ini:
"Dua bulan terakhir ini sangat penting. Kami sedang dalam performa terbaik. Kami akan terus berjuang sejauh mungkin, terutama di Liga Champions," tegas Enrique.
Dengan skuad muda, permainan kolektif, dan filosofi sepak bola total, PSG membuktikan bahwa mereka bisa tetap berbahaya tanpa nama besar. Musim 2024/2025 bisa menjadi musim emas mereka tak hanya dengan gelar, tapi juga dengan sejarah baru di sepak bola Prancis.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
