Pelatih Newcastle, Eddie Howe yang mengangkat piala Carabao (Dok. Instagram @nufc)
JawaPos.com - Newcastle meraih kemenangan bersejarah dengan skor 2-1 atas Liverpool di final Piala Carabao pada Minggu (17/3) di Stadion Wembley. Gol kemenangan lahir dari sundulan kuat Dan Burn menjelang turun minum, serta penyelesaian apik dari Alexander Isak yang menjadi penentu hasil akhir di Stadion Wembley.
Legenda Liverpool, Jamie Carragher memberikan pujian tinggi kepada Eddie Howe setelah berhasil membawa Newcastle United meraih trofi domestik besar pertama mereka dalam 70 tahun. Dikutip dari Sky Sports, Howe adalah seorang pelatih yang berkualitas menurut Carra.
Keberhasilan ini juga menandai trofi besar pertama bagi Eddie Howe sepanjang kariernya. Lebih dari itu, ia menjadi pelatih asal Inggris pertama yang memenangkan salah satu trofi utama sepak bola Inggris dalam hampir dua dekade terakhir.
Menurut Jamie Carragher, Howe sebenarnya layak menjadi pengganti Gareth Southgate di tim nasional Inggris. Namun, meski Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak memilihnya, Newcastle kini menikmati manfaat dari kepemimpinannya.
"Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya pikir dia adalah orang yang hebat," ucap Carragher
Lebih lanjut, Carragher menyoroti keputusan FA yang tidak menunjuk pelatih lokal untuk tim nasional Inggris.
"Tidak ideal jika skuad Inggris tidak memiliki pelatih asal Inggris," ujar Carragher.
Newcastle di bawah asuhan Howe dikenal sebagai tim yang bermain dengan fisik kuat. Carragher menyebut bahwa performa mereka di final menunjukkan potensi terbaik mereka.
Meski bukan laga yang menampilkan sepak bola atraktif, Carragher meyakini bahwa Newcastle memang sengaja mengadopsi strategi tersebut untuk mengantisipasi permainan Liverpool.
"Itu bukan pertandingan sepak bola yang hebat, tetapi sebagian besar mungkin memang rencana dari Newcastle," kata mantan bek Liverpool itu.
"Ini bukan hari mereka (Liverpool), ini harinya Newcastle," tutupnya.
Sementara itu, Gary Neville kepada Sky Sports juga menekankan pentingnya keberhasilan ini bagi pelatih Inggris. Menurutnya, pelatih lokal sering dianggap remeh dan jarang mendapat kesempatan besar.
"Pelatih dan manajer asal Inggris telah diremehkan selama bertahun-tahun," ujar Neville.
Ia menyoroti bahwa pelatih Inggris jarang memenangkan trofi atau mendapat kepercayaan di klub-klub besar.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
