Selasa, 30 Mei 2023

Galahku Janur Kuning

- Minggu, 19 Februari 2023 | 10:20 WIB
ILUSTRASI - NINA/JAWA POS
ILUSTRASI - NINA/JAWA POS

Galahku Janur Kuning


 

Bintang kugalah, bulan kudapat

Galahku janur kuning

Kakak sirna kian jauh

Sejauh alun-alun

 

Galahku rebah jadi jembatan

Mematri kakiku dengan Surabaya

 

Tetapi Surabaya adalah cakrawala

Dan cakrawala adalah selaput dara

Yang kusibak dengan mata kelana

 

Inilah Madura:

 

Di sini kita melahirkan manusia

Memandang ufuk bagai emas dan besi

Debu dan doa menjelma serbuk roti

 

Tapi takkan pernah menjadi salwa

(Dan selat kita bukan Sungai Salsabila)

Sebab galahku janur kuning

Yang hanya melambai salam

Kepada burung-burung terbang

Ke surga dan bintang-bintang

 

Kupahami, mimpimu tanah bludru

Dengan angkasa bersemat syams biru

Mimpimu menggulung jazirah

Yang menyalib bayi-bayi

Di antara bukit dan lembah

 

Bayi-bayi itu anak pria dan kakakku

Di manakah kakakku sirna dan jauh?

 

Ia mati sebagai zaman lapar

Dan ’kan bangkit lagi

Dengan salwa dan salsabila

 

Tetapi galahku janur kuning

Yang cuma membawa igau bludru

Dan langit syams biru

 

2022

---

Sebuah Tangisan Malam di Kota Syahbandar


 

Mereka bersumpah tangisan itu

menyayat malam dan subuh.

 

’’Jangan menangis,

sebab kota ini menggigil

karena rintih dan perih.’’

 

Tapi seekor cabak Mei berkata,

’’Tangisan itu tak pernah tidur.

Meratap kelam dan minum anggur.’’

 

Di kota ini

seorang nelayan merajut jala

dan seseorang menganyam air mata

 

sambil menunggu pilu tiba

di ambang pintu terbuka.

 

Di kota ini

ia menangis dan menangis,

menangis dan menangis lagi.

 

Empat tangisan

yang gemetar di bibirnya

malam ini.

 

2022

---

Di Batas Kaduara


- Fahrus Refendi

 

Aku gerah dan terbelah

di antara pasir dan kasidah.

 

Tubuhku hanyut

bahasaku karam

di panas payudara

kedua Kaduara.

 

Maka inilah masyriq tanah airku

dan maghrib syair-syairmu

 

yang menjadi fajar

di teluk perawan

dan sembahyang

di punggung salam.

 

Gusti,

aku hangus

di Ngarai Jabal

Jalali wal Ikram

 

dan bangkit kembali

sebagai pria dewasa

di abu jenazah kata-kata.

 

2022

---

ROYYAN JULIAN

Menulis buku puisi Biografi Tubuh Nabi (2017). Buku puisinya, Korpus Ovarium (2022), menjuarai Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2021.

Editor: Ilham Safutra

Tags

Terkini

Oktober

Minggu, 28 Mei 2023 | 07:30 WIB

Kupu-Kupu

Minggu, 21 Mei 2023 | 12:09 WIB

Perayaan Rekaan Ulang Tahun

Minggu, 14 Mei 2023 | 09:19 WIB

Ruang Jam Tiga Pagi

Minggu, 7 Mei 2023 | 09:25 WIB

Sajak Poster Film

Sabtu, 29 April 2023 | 19:00 WIB

Sahur Terakhir

Minggu, 16 April 2023 | 07:00 WIB

Aku Pergi pada Musim Hujan

Sabtu, 8 April 2023 | 19:00 WIB

Lanskap Gus Mus

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:49 WIB

Elegi Seorang Ayah yang Dilanda Sakit Tua

Sabtu, 18 Maret 2023 | 17:17 WIB

Fayakun

Minggu, 12 Maret 2023 | 10:04 WIB

Adegan Keluarga

Minggu, 5 Maret 2023 | 08:47 WIB

Selepas Huru-hara

Sabtu, 25 Februari 2023 | 19:17 WIB

Galahku Janur Kuning

Minggu, 19 Februari 2023 | 10:20 WIB

Apakah Melahirkan Nikmat?

Minggu, 12 Februari 2023 | 10:21 WIB

Hujan Hanya Turun

Minggu, 5 Februari 2023 | 13:33 WIB

Sajak: Cianjur Bermula, Satu Kali Lagi

Minggu, 29 Januari 2023 | 09:30 WIB

Sajak: Hujan di Hari Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 07:30 WIB

Lusan

Minggu, 15 Januari 2023 | 06:01 WIB

Lidah Susi dalam Beberapa Sisi

Minggu, 8 Januari 2023 | 10:44 WIB

Yesus dan Maria di Surga

Minggu, 25 Desember 2022 | 10:09 WIB
X