JawaPos Radar

Dimusnahkan, Potongan Tubuh Beruang Madu Dibakar lalu Dikubur

18/05/2018, 20:15 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Dimusnahkan, Potongan Tubuh Beruang Madu Dibakar lalu Dikubur
Empat tersangka dan barang bukti berupa bagian tubuh beruang madu sebelum pemusnahan pada Jumat (18/5). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah II Sumatera, memusnahkan beberapa potongan tubuh beruang madu hasil perburuan warga Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (18/5).

Selain bangkai daging, masih ada bagian tubuh lainnya yang dimusnahkan. Yaitu, kulit serta tulang beruang dari hewan dengan nama ilmiah helarctos malayanus tersebut.

"Pemusnahan ini dilakukan dengan cara dibakar. Setelah itu, baru dikubur dalam tanah," ujar Kepala Seksi (Kasi) Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera, Eduwar Hutapea, Jumat (18/5).

Sementara itu, dalam kasus perburuan hewan dilindungi ini, Gakkum Wilayah II Sumatera, sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Mereka ialah Zulkifli (39), Gantisori Sihombing (34), Junus Sinaga (51), dan Fransiskus Butar (33). Mereka semua adalah warga Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sekarang mereka ditahan oleh penyidik di Mapolda Riau.

Sedangkan untuk proses hukum kepada empat tersangka, masih terus berlanjut. Dalam waktu dekat, para tersangka akan menjalani persidangan. Berkasnya sudah di tangan jaksa. Tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka, segera dilakukan.

Jika tahap II selesai, maka sebentar lagi para tersangka dihadapkan ke persidangan. Itupun diakui oleh Eduwar. Dia pun berharap perkara ini dapat segera disidangkan. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat disidang," terangnya.

Di samping itu, PPNS terus menyelidiki kasus ini guna mencari adanya keterlibatan tersangka lain dalam perkara ini.

Dalam pemusnahan ini kata dia, hadir juga dari pihak Kejaksaan Tinggi Riau, Polda Riau, Pengadilan Negeri Pekanbaru, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, dan Balai Gakkum sendiri.

Sebelumnya, empat orang tersangka penjerat dan pembunuh beruang madu di Indragiri Hilir, diketahui ikut mengonsumsi hewan yang dilindungi tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan memasaknya menjadi rendang.

Mereka memasang 50 jerat, dan mengenai tiga ekor beruang madu (helarctos malayanus). Beruang madu itu kemudian ditombak lalu dimasak dan dimakan bersama beberapa warga lainnya di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Jerat dipasang 18 Maret 2018, pelaku mengecek jerat pada 30 Maret 2018. Bukannya babi, ternyata beruang yang terjerat. Selanjutnya, jerat kembali dipasang dan diketahui pada tanggal 1 April 2018, mendapati tangkapan yang sama. Beruang ini sempat dimasukkan ke kandang hingga akhirnya ditembak menggunakan senapan.

Beruang terakhir ini juga mengalami nasib serupa dengan tiga beruang terdahulu. Dagingnya juga dibagikan kepada warga untuk dikonsumsi.

Mereka mengaku tidak berniat menjerat beruang, hanya jeratan untuk hama babi hutan, tetapi jeratan mengenai beruang. Sayangnya mereka tidak melaporkan jeratan yang terkena beruang madu tersebut ke aparat kepolisian atau pun petugas desa, melainkan langsung mengeksekusinya untuk diolah menjadi makanan.

Para tersangka terancam hukuman lima tahun penjara. Perbuatan mereka bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up