JawaPos Radar

Penetapan Korporasi Sebagai Tersangka TPPU

Uang Fee Proyek Digunakan Bupati Kebumen untuk Kepentingan Pribadi

18/05/2018, 18:31 WIB | Editor: Kuswandi
Febri Diansyah
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat diwawancarai awak media (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan penetapan tersangka terhadap PT Putra Ramadhan atau PT Trada dikarenakan adanya fee yang diterima pada 8 proyek di lingkungan Pemkab Kebumen. Fee proyek tersebut digunakan oleh Bupati Kabupaten Kebumen, Muhammad Yahya Fuad untuk kepentingan pribadi.

"Pada kurun 2016- 2017, diduga PT Trada menggunakan 'bendera' 5 perusahaan lain untuk memenangkan 8 proyek di Kabupaten Kebumen pada kurun 2016 2017 dengan nilai total proyek Rp 51 miliar," ungkap wakil ketua KPK, Laode M Syarief dikantornya, Jumat (18/5).

Tak hanya itu, Syarief menuturkan, PT Trada juga diduga menerima uang dari para kontraktor yang merupakan fee proyek di Lingkungan Pemkab Kebumen, setidaknya senilai sekitar Rp 3 miliar seolah-olah sebagai membayar utang.

Lebih lanjut, kata Syarief, uang yang didapat dari proyek tersebut, bahkan digunakan untuk membiayai pengeluaran atau kepentingan pribadi Bupati Kebumen, Yahya, seperti pengeluaran rutin seperti gaji, cicilan mobil maupun keperluan pribadi lainnya.

"Diduga uang-uang yang didapat dari proyek tersebut, baik berupa uang operasional, keuntungan dalam operasional maupun pengembangan bisnis PT Tradha, kemudian bercampur dengan sumber lainnya dalam pencatatan keuangan PT Tradha, sehingga memberikan manfaat bagi PT Tradha sebagai keuntungan maupun manfaat Iainnya," jelasnya.

Kendati demikian, pria lulusan Universitas Sydney tersebut mengatakan, pada proses penyidikan yang dilakukan pada 6 April 2018 sampai saat ini, PT Tradha telah mengembalikan melalui proses penitipan uang dalam rekening penampungan KPK  senilai Rp 6,7 millar yang diduga bagian dan keuntungan PT Tradha.

"Penyidik akan terus menelusuri jika ada Informasi dugaan penerimaan atau pengelolaan uang hasil korupsi lainnya," tukasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan PT PR (Putra Ramadhan) atau PT Trada sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ini merupakan pengembangan penyidikan dari kasus yang melilit Bupati Kebumen, Muhammad Yahya Fuad dan merupakan kasus TPPU pertama dengan tersangka korporasi.

"KPK menemukan dugaan TPPU dalam hubungannya dengan perbuatan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber ,lokasi , peruntukan pengalihan hak hak atau kepemilikan yang sebenernya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi dan atau menerima atau menguasai, penempatan pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran atau penggunaan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil TPK yang diduga dilakukan oleh PT Trada," ungkap wakil ketua KPK, Laode M Syarief, dikantornya, Jumat (18/5).

Syarief menuturkan, perusahaan yang diduga melakukan TPPU ini milik Yahya dari hasil dugaan gratifikasi atau suap yang diterimanya. Perusahaan ini didirikan dengan bermaksud melakukan penyamaran identitas bertujuan menghindari dugaan tindak pidana korupsi berupa benturan kepentingan (confict of interest) sebagaimana dalam pengadaan Pasal 12 i UU Tipikor.

"Dengan meminjam 'bendera' 5 perusahaan lain untuk menyembunyikan atau menyamarkan identitas. Sehingga seolah-olah bukan PT Trada yang mengikuti lelang," jelasnya.

Kemudian, adanya dugaan 5 perusahaan lain untuk memenangkan 8 proyek di Kabupaten Kebumen pada tahun 2016-2017, dengan total proyek 51 Miliar.

Karena itu sambung Syarief, PT Putra Ramadhan atau PT Tradha disangkakan melanggar Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU No. 8/2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Perlu diketahui, Dalam penyidikan ini KPK mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung 13/2016 tentang penanganan tindak pidana oleh korporasi. Dan untuk menilai kesalahan korporasi KPK menimbang ketentuan di Pasal 4 ayat 2 Perma 13/2016.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up