JawaPos Radar

Piala Thomas dan Uber 2018

Vaishnavi Jakka Reddy: Dari Tidak Dianggap Hingga Masuk Tim Uber India

18/05/2018, 17:57 WIB | Editor: Banu Adikara
Piala Thomas dan Uber 2018, India, Vaishnavi Jakka Reddy
Pebulu tangkis junior India Vaishnavi Jakka Reddy bergabung dengan Tim Uber India (hindustantimes.com)
Share this image

JawaPos.com - Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) membuat keputusan mengejutkan dengan tidak mengikutsertakan pemain tunggal putri terbaik Pusarla Venkata Sindhu di Piala Thomas dan Uber 2018. Sebagai gantinya, BAI memasukkan beberapa nama junior yang dianggap bisa berbicara di Bangkok, Thailand pada 20-27 Mei nanti. Vaishnavi Jakka Reddy adalah salah satunya.

Namanya mungkin masih cukup asing bagi para pecinta bulu tangkis. Maklum, Vaishnavi yang masih berusia 16 tahun ini masih lebih sering malang melintang di turnamen level junior. Meski demikian, kemampuannya tetap harus diperhitungkan. Bagaimanapun, tidak semua pemain junior punya kesempatan bermain di Piala Thomas dan Uber.

"Ini kesempatan yang sangat bagus, dan saya sangat senang bisa bergabung dengan tim Uber India. Saya bisa bertanding langsung dengan para pemain top dunia lainnya," ujar Vaishnavi seperti dilansir sportskeeda.com.

Menengok sedikit ke belakang, perjalanan karir Vaishnavi ternyata tidaklah mulus. Berbagai kekecewaan dan penolakan harus dialaminya.

Mulai menekuni bulu tangkis di tahun 2012, Vaishnavi berlatih di sekolah bulu tangkis Pullela Gopichand Badminton Academy. Sayang, metode latihan yang ada di sana lama kelamaan tidak sesuai dengannya.  Vaishnavi pun juga jarang ditemani oleh pelatihnya tiap kali menjalani pertandingan.

Hal ini lama-kelamaan mengganggu mentalitasnya dalam berlatih maupun bertanding. Dengan keputusan yang sangat berat, Vaishnavi keluar dari sekolah bulu tangkisnya tersebut pada tahun 2016.

Bukan hanya keluar dari sana, Vaishnavi bahkan mengambil langkah yang lebih nekad: ia pindah ke Thailand bersama ayah dan neneknya.

Berlatih dengan Ratchanok Intanon

Ternyata, keputusan tersebut sangat tepat. Bertolak ke Negeri Gajah Putih tanpa meninggalkan status kewarganegaraannya, Vaishnavi lalu masuk ke salah satu sekolah bulu tangkis kenamaan Banthongyord Badminton School.

Di sana Vaishnavi bukan hanya berlatih di bawah metode kepelatihan yang baru, tetapi juga bisa melakukan latih tanding setiap hari dengan pebulu tangkis idolanya, Ratchanok Intanon.

Hal ini pun membuat semangat Vaishnavi kembali terbakar. "Pelatih saya di sana adalah pelatih Ratchanok. Kami berlatih bersama-sama, dan saya betul-betul belajar banyak dari Ratchanok. Saya bisa bertanding dengan dia berkali-kali di setiap sesi latihan, walaupun saya tidak pernah menang sama sekali," ujar Vaishnavi sembari tertawa.

Usaha keras dan pengorbanan Vaishnavi pun membuahkan hasil. Meninggalkan India dengan status ranking 600 di level junior, Ia kini sudah duduk di ranking 4 junior. Perkembangannya yang sangat pesat inilah yang membuat BAI lalu meliriknya untuk bergabung dengan tim Uber.

Walau pernah sempat ditolak oleh negaranya sendiri, Vaishnavi tidak menyimpan dendam sama sekali. Ia sudah melupakan sakit hatinya, dan siap bertarung habis-habisan.

(kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up