JawaPos Radar

Komisi III DPR Dukung Pendiri JAD Aman Abdurrahman Dihukum Mati

18/05/2018, 16:50 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Aman Abdurahman
Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman merupakan dalang berbagai serangan teror di Indonesia, antara lain bom Thamrin, Jakarta dan bom Gereja Oikumene Samarinda (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Otak pelaku serangkaian teror sekaligus salah satu pendiri Jemaah Ansharuut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati oleh jaksa karena perbuatannya. Hukuman untuk sosok yang telah berbaiat pada ISIS sejak 2015 dinilai sudah tepat. 

Anggota Komisi III DPR Tengku Taufiqulhadi mengatakan, apa yang dilakukan oleh jaksa itu tentu sudah memiliki pertimbangan. Bisa saja karena pertimbangan mengakibatkan kerusakan besar, banyaknya korban.

"Jaksa menghukum mati, dia kini pelaku utama dan tuntutan jaksa itu tidak bisa dikatakan salah," ujar Taufiqulhadi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/5).

"Tuntutannya ini menimbang perbuatannya menimbulkan korban jiwa yang sangat besar. Jadi itu sudah dipertimbangkan matang," tambahnya.

Menurut Taufuqulhadi, di Indonesia juga tidak mempermasalahkan adanya hukuman mati karena memang ada dalam KUHP. Jadi apabila orang itu bersalah maka bisa saja dihukum mati.

"Sekarang ini hukuman mati dibenarkan," katanya.

‎Sebelumnya, Jaksa Anita Dewayani menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman mati terhadap Aman Abdurrahman, yang didakwa sebagai dalang berbagai serangan bom dan disebut-sebut sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Jaksa meyakini Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman merupakan dalang berbagai serangan teror di Indonesia, antara lain bom Thamrin, Jakarta dan bom Gereja Oikumene Samarinda pada tahun 2016, bom Kampung Melayu, serta penusukan polisi di Sumut dan penembakan polisi di Bima tahun 2017.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up