JawaPos Radar

Pengemis Meninggal, Ternyata Kaya Raya

18/05/2018, 17:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pengemis Meninggal, Ternyata Kaya Raya
Hal yang lebih mengejutkan, buku deposit Othman menunjukkan dia memiliki lebih dari Lebanon Pound (LBP) 1 juta (Stepfeed)
Share this image

JawaPos.com - Ketika Fatima Othman, pengemis jalanan yang cacat, ditemukan tewas di sebuah mobil yang ditinggalkan di distrik Barbir, Beirut, Lebanon pada Selasa malam, (15/5), para penyelidik mengira itu hanyalah kematian tragis orang miskin dan tunawisma. Namun pasukan keamanan internal yang dipanggil ke tempat kejadian terkejut ketika menemukan Othman membawa tas berisi USD 3400 secara tunai.

Hal yang lebih mengejutkan, buku deposit Othman menunjukkan dia memiliki lebih dari Lebanon Pound (LBP) 1 juta dalam tabungannya. Direktur Divisi Hubungan Keamanan Internal Jenderal Joseph Musallem mengatakan kepada Arab News bahwa Othman yang berusia 52 tahun telah meninggal karena serangan jantung. "Menemukan uang dan buku tabungan adalah kejutan besar," katanya seperti dilansir MSN, Kamis, (17/5).

Othman adalah orang yang cukup terkenal di distrik Barbir sejak sebuah foto pengemis jalanan mengundang pujian saat seorang tentara Libanon yang ditempatkan di rumah sakit Barbir terdekat membantunya minum karena dia tidak dapat menggunakan tangan atau kakinya. Prajurit itu kemudian dipuji oleh seorang komandan tentara karena belas kasih dan kemanusiaannya.

Banyak orang di media sosial mengejek mengemis di Lebanon dan mencemoohnya sebagai profesi yang menggiurkan. Di trotoar tempat pengemis cacat biasanya duduk, Othman tidak berbicara atau memohon. Dia hanya melihat dengan mata penuh kesedihan pada orang yang lewat.

Othman juga pernah dianiaya tetapi kembali ke trotoar memakai perban. Seminggu yang lalu, warga melihat dia duduk di pinggir jalan dekat pasar. Rambutnya putih dan wajahnya penuh keriput. Senyumnya sudah hilang.

Setelah kematian Othman, pasukan keamanan menemukan dia berasal dari Kota Ain Al Zahab di Akkar, Lebanon Utara. Mereka menghubungi keluarganya, dan sejumlah kerabat datang dan membawa tubuhnya ke desanya. Dia dimakamkan pada hari Rabu.

Othman memiliki keluarga yang terdiri dari delapan orang, seorang ibu, dua saudara laki-laki dan lima saudara perempuan. Keluarga tidak tahu apa-apa tentang uang itu, dan tabungannya membuktikan bahwa tidak ada yang mengeksploitasi Othman dengan memaksanya mengemis.

(ina/iml/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up