JawaPos Radar

Komplotan Spesialis Rumsong Beli Senpi di Sumatera Selatan

18/05/2018, 17:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Komplotan Spesialis Rumsong Beli Senpi di Sumatera Selatan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Sachril Agustin/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komplotan spesialis rumah kosong dari Sumatera Selatan berhasil diamankan Polda Metro Jaya. Komplotan ini, merampas barang dari rumah dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, komplotan ini beraksi dengan membawa senjata api dan senjata tajam. Dalam menjalankan aksinya, pelaku kerap mencari rumah kosong dan bila ditemukan, mereka (pelaku) melakukan pencurian pada malam harinya.

"Bila sudah ditemukan rumah yang kosong, pelaku langsung masuk kedalam rumah. Sebagian diluar untuk mengawasi," katanya, di RS Polri, Jakarta, Jumat (18/5).

Ia menambahkan, pelaku adalah RS, RD, ST, SM, RS alias Rian, AS, dan EG. RS dan RD sendiri adalah kapten dan eksekutor komplotan ini. ST, sebagai pemilik air soft gun dan senjata tajam, SM dan RS, yang berperan masuk ke dalam rumah, AS, sebagai pengawas, dan EG, yang menjadi penampung atau penadah.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku masuk ke rumah korban melalui jendela. Untuk membobol teralis di jendela, pelaku memakai gerinda. Untuk mencuri sepeda motor, pelaku ini juga memakai kunci T yang telah dimodifikasi. "Saat diamankan, dua pelaku tewas karena mencoba melawan saat akan diamankan," tuturnya.

Ditambah Kanit II Unit II Jatanras AKP Abdurahim, dua pelaku lainnya ditembak kakinya karena mencoba melawan dan kabur saat akan ditangkap.

"Senjata api pelaku didapat dengan membelinya di Sumatera Selatan. Penjual senjata rakitan ini juga masih dalam status pencarian," tambah Abdurahim.

Lainnya, kasus ini masih dalam pengembangan. Dari kasus pencurian rumah kosong ini, ada satu pelaku yang berstatus DPO dengan inisial A.

Lanjut Argo, dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api revolver, 1 pucuk air soft gun, 5 peluru, 1 kunci 8 mm, 4 mata kunci letter T, 2 kunci L yang telah dimodifikasi, 1 gerinda, 4 obeng, 2 tang, 1 kunci pas, 4 plat nomor polisi, 18 handphone, 1 Tab Lenovo, 1 kapak palu, 1 pisau, 1 parang, 7 STNK, dan 7 sepeda motor.

Dari kasus ini, Argo menjelaskan bahwa masih dilakukan penyelidikan. Pelaku sendiri, dikenakan pasal 363 KUHP dan diancam hukuman paling lama 7 tahun penjara.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengunci rumahnya bila ditinggal. Dan titipkan kunci rumah kepada orang terpercaya atau kepada Ketua RT. Selalu katakan kepada RT dan RW untuk menititipkan rumahnya bila ditinggal. Selalu waspada, bila ditemukan ada yang mencurigakan, segera lapor ke polisi," tutup Argo.

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up