JawaPos Radar

Otak Jaringan JAD Jalani Sidang di PN Selatan, Polisi Siapkan Ini

18/05/2018, 00:31 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Aman Abdurahman
Terdakwa Bom Thamrin, sekaligus otak dari JAD yang diduga berafiliasi dengan ISIS dan bertanggung jawab dengan aksi teror di negeri ini. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aparat kepolisian akan memperketat pengamanan di sekitar Pengadilan Negeri (PN)Jakarta Selatan jelang pembacaan tuntutan terdakwa teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman pada Jumat (18/5). Tokoh utama Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu mengklaim telah berbaiat pada ISIS sejak 2015 lalu.

Hal itu menyusul terjadinya peningkatan eskalasi teror yang belakangan terjadi di sejumlah daerah. Apalagi JAD dianggap sebagai otak dari teror itu. 

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar menyatakan, pihaknya akan menurunkan ratusan aparat gabungan untuk memperketat pengamanan selama sidang Aman berlangsung.

"Kita tingkatkan penjagaan secara khusus untuk mengantisipasi saja, terdakwa ini kan teroris," kata Indra saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (17/5) malam.

Indra juga menuturkan, penguatan penjagaan ini karena Aman terjadinya aksi teror di Pengadilan, pasalnya, Aman merupakan tokoh utama sekaligus pendiri dari jaringan JAD.

"Kita tamabah penjagaan, personel polisi sebanyak 150 orang, TNI sebanyak 177 orang," tutur Indra.

Tak hanya itu, nantinya tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror juga akan ikut membantu pengamanan selama sidang Aman berlangsung. "Ada bantuan dari Densus 88, secara khusus akan mengamati," papar Indra.

Bahkan Indra menyebut, setiap pengunjung PN Jaksel akan dilakukan pemeriksaan, itu semata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Area persidangan, area luar pengadilan nanti kita juga amankan," urainya.

Lebih lanjut, Indra berharap sidang terdakwa Aman Abdurrahman yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB akan berlangsung tertib dan lancar. "Kita berharap tidak ada kejadian apa-apa," pungkasnya.

Sebelumnya, terdakwa teror bom Thamrin Aman Abdurrahman menjalani sidang pembacaan tuntutan pada Jumat (13/5) lalu. Namun, dengan alasan teknis jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa menghadirkannya ke ruang persidangan. Oleh karena itu, JPU meminta majelis hakim dapat menggelar sidang tuntutan pada Jumat (18/5) mendatang.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up