JawaPos Radar

Viral, Pemuda Ini Bikin Video Ancaman Teror, Habis Itu Dijemput Densus

17/05/2018, 22:29 WIB | Editor: Dimas Ryandi
AS si pemuda penebar teror
Video pemuda berinisial AS, 22 tahun tersebut sempat viral di media sosial. Karena dianggap sudah meresahkan masyarakat, Polres Tarakan pun berupaya mencari pemuda tersebut. (prokal/Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pemuda di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) diciduk Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Pasalnya, pemuda itu membuat video pribadi dan mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan akan melakukan aksi teror dengan pistol dan pisau di wilayah tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menjelaskan, video pemuda berinisial AS, 22 tahun tersebut sempat viral di media sosial. Karena dianggap sudah meresahkan masyarakat, Polres Tarakan pun berupaya mencari pemuda tersebut.

Densus 88
Tim Densus 88, makin gencar menggelar operasi penggerebekan sejumlah terduga teroris di berbagai tempat. (JawaPos.com)

"Kita perintahkan intel dan reskrim untuk cari tahu. Kita lakukan penyelidikan. Semua polsek kami suruh cari siapa orangnya dan di mana posisinya," ujarnya saat dihubungi.

Penjagaan di wilayah Tarakan pun diperketat. Terutama di markas Kepolisian "Ya kita perketat markas komando, siaga satu semua," tambahnya.

Kemudian sekitar satu jam kemudian, tim Densus 88 Antiteror datang ke Polres Tarakan. Ternyata mereka membawa AS. Pihaknya langsung memborgol pemuda itu dan melakukan interogasi. Tak lama, AS pun dibawa kembali oleh tim Densus 88 untuk melakukan pengembangan.

AS lalu diperiksa dan digeledah kediamannya yang ternyata ada di Nunukan, Kaltara, pagi tadi. Sebelumnya Densus melakukan sterilisasi di daerah itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami disitu sama Brimob dibantu TNI, kami sterilisasi terhadap barang-barang berbahaya ternyata tidak ada. Baru kami laksanakan penggeledahan," jelas Yudhistira.

Saat dilakukan penggeledahan, pihaknya menemukan sejumlah barang terkait video tersebut. Antara lain karpet, buku, bendera hitam dengan tulisan arab putih dan handphone.

Polres Tarakan juga membawa ibu AS dan meminta keterangan tetangga di sekitar kediamannya. "Kami introgasi ibunya, dia (AS) itu sebenarnya mondok di Jatim sana. Tapi karena sakit, baru enam bulan, sakit, akhirnya dia balik ke sini (Tarakan)," tuturnya. AS kata Yudhistira berencana balik lagi ke Pondok Pesantrennya di Jawa Timur usai Hari Raya Idul Fitri.

Soal apakah AS bisa dikatakan terduga teroris, Yudhistira belum bisa memastikannya. Sebab, pemuda itu masih diperiksa tim Densus 88.

"Nah itu sedang didalami rekan-rekan Densus, apakah dia terkait jaringan, apakah dia terkait pelaku yang lain atau kelompok mana, masih didalami. Belum kami pastikan," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi sekitar 2 menit tersebar di aplikasi WhatsApp. Di dalamnya, ada seorang pemuda yang menyampaikan akan melakukan aksi teror dengan pistol dan pisau di wilayah Tarakan. Video tersebut dibuat seperti di dalam ruangan kamar. Dalam video itu, si pemuda  memperlihatkan buku, pistol, dan pisau.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up