JawaPos Radar

Pisang Goreng Kekinian, Jadi Usaha Rumahan Laris Saat Ramadan

17/05/2018, 20:29 WIB | Editor: Budi Warsito
Pisang Goreng Kekinian, Jadi Usaha Rumahan Laris Saat Ramadan
Pisang kekinian berbagai macam toping, kudapan sedap untuk berbuka puasa. (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Berbagai macam panganan ringan menambah pilihan masyarakat untuk berbuka puasa. Makanan-makanan ringan itu dapat ditemui di pinggiran jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Hampir rata-rata, makanan tersebut merupakan panganan rumahan. Pengolahan dan bahannyapun bisa didapatkan dengan sangat mudah di pasaran.

Stevani yang merupakan pengusaha penganan rumahan di Jalan Letjen Mappaodang, Kota Makassar mengungkapkan, banyak cara kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk membuat menu yang dengan mudah dipasarkan khususnya di bulan puasa ini.

Pisang Goreng Kekinian, Jadi Usaha Rumahan Laris Saat Ramadan
Pisang kekinian berbagai macam toping, kudapan sedap untuk berbuka puasa. (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

Dengan gamblang, ibu muda berusia 22 tahun ini membeberkan 1 menu kreatif andalannya yang ia pasarkan di bulan Ramadan. "Namanya pisang kekinian. Orang-orang atau pelanggan biasanya bilang begitu sih. Karena saya taunya dan awalnya cuman bilang kalu ini pisang nugget biasa. Bahan dasarnyakan cuman dari pisang, cuman pengolahannya yang kadang buat orang sedikit bingung," kata Stevani kepada JawaPos.com, di Makassar, Kamis (17/5).

Stevani pun membeberkan bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat pisang kekinian itu. Yang pertama katanya adalah pisang kepok yang biasanya ia gunakan. Ia biasa menggunakan pisang kepok karena, tekstur dagignnya yang lembut dan cukup tebal. Hal itu katanya akan berpngaruh pada hasil bahkan rasa yang lebih gurih.

"Jadi pisang itu dibuat adonan seperti kue. Dihaluskan sampe betul-betul rata bisa dimasukkan dalam alat mixer. Atau kalau saya biasanya tumbuk sampai dihaluskan. Ditambah sedikit pakai tepung kemudian air gula atau gula, terus aduk rata kembali sampai betul halus dirasa," tuturnya.

Setelah itu lanjutnya, adonan yang pisang yang diolah tadi dikukus di dalam wadah panci berisi air. Apabila suhunya normal, hanya dibutuhkan waktu idelanya 20 menit hingga matang. "Nah, disini yang paling hati-hati, paling tidak harus diperhatikan sampai betul-betul kukusan pisang itu matang. Karena kalau terlalu matang juga, bisa-bisa adonannya keras nanti," ucapnya.

Setelah kukusan pisang matang, bahan yang dipersiapkan selanjutnya adalah, tepung potongan roti yang kering. Bahan itu diakui Stevani, sangat mudah didapatkan di pasaran. Cara mengolahnya, pisang yang dikukus tadi dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian dilumuri dengan serpihan kecil roti kering.

"Setelah itu tunggu 2 atau 3 menit kalau dilumuri dengan kepingan roti kering itu. Terus persiapkan lagi wadah baru untuk penggorengan. Karena masih harus digoreng. Disitu tahap terakhirnya sebelum dibumbu-bumbui lagi baru disantap," ujarnya.

Apabila minyak yang dipersiapkan telah terasa cukup panas, adonan pisang kukus yang dilumuri serpihan roti kering kemudian langsung dicelupkan ke dalam wadah penggorengan. Menunggu hingga hasilnya sedikit menguning, 2 atau 3 menit, maka pisang yang digoreng tadi bisa diangkat.

Sebelum disajikan, ia menyarankan agar bagi siapapun yang ingin mencobanya, bisa menambahkan berbagi varian toping seperti cokelat atau dipadupadankan dengan parutan keju, almon atau kacang mede. "Caranya sama seperti tadi. Tinggal dilumuri pakai coklat cair atau susu kental, karena topingnya tergantung pilihan dari orang-orang," tambahnya.

Setelah itu, pisang kekinian tinggal disajikan untuk santapan saat berbuka puasa. Ssaha alternatif ini, bagi Stevani bisa menunjang sedikit tambahan pendapatan untuk membantu sang suami. Harga yang dipatok pun cukup terjangkau. 1 porsi pisang kekinian dengan 8 potongan pisang berbagai macam toping dibandrol seharga Rp 15 ribu.

"Jadi bahan sederhana mudah didapat, kemudian bisa diolah menjadi dagangan dan harganya terjangkau. Pokoknya untuk ibu-ibu muda bisa dicoba untuk jadi penganan pas berbuka bersama keluarga di bulan puasa ini," tutupnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up