JawaPos Radar

Polisi Geledah Lima Rumah Terduga Teroris di Malang

17/05/2018, 20:11 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penggeledahan Rumah Terduga Teroris
GELEDAH: Sejumlah petugas kepolisian nampak menjaga di luar rumah terduga teroris, Hari Sudarwanto, yang digeledah polisi, Kamis (17/5). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Pengungkapan aksi teror terus berlanjut. Di Malang, aparat kepolisian melakukan penggeledahan setidaknya di lima rumah. Salah satunya diketahui milik terduga teroris, Hari Sudarwanto, 48.

Penggeledahan tersebut dilakukan Kamis (17/5) sejak pukul 16.00 WIB. Dari pengamatan JawaPos.com, beberapa petugas tanpa seragam dan mengenakan penutup wajah, mencoba memasuki rumah Hari, di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Namun karena kondisi rumah terkunci, petugas terpaksa mendobrak pintu. 

Usai berhasil membobol rumah, mereka langsung langsung meringsek masuk. Sementara di luar lokasi, anggota polisi berseragam lengkap dan bersenjata laras panjang tampak berjaga. Warga dan wartawan yang meliput juga tidak diizinkan untuk mendekat ke jarak dengan radius sekitar 30 meter. Police line pun dipasang di sekitar lokasi. 

Sekitar satu jam lebih, petugas melakukan penggeledahan. Sejauh ini belum diketahui, keempat rumah lainnya yang ikut digeledah aparat. Diduga keempat rumah tersebut berkaitan dengan Hari. Empat rumah ini memiliki jarak yang dekat, dari kediaman pribadi Hari. Menurut keterangan warga, rumah ini dititipkan seseorang, agar dijaga oleh pedagang buku dan cairan pembersih lantai tersebut. 

Ketika keluar, petugas yang mengenakan penutup wajah ini membawa sejumlah buku dalam kantong plastik. Tidak tampak barang lain yang dibawa. 

Rumah yang digeledah juga ada kaitannya dengan Wawan, seorang terduga teroris yang ditembak mati bersamaan dengan Hari. Keduanya melawan dengan senjata tajam, saat akan diringkus di Sidoarjo, Rabu (16/5) malam.

Wawan merupakan adik ipar dari Hari. Dia adalah adik dari istri Hari, Fitri. Beberapa bulan terakhir, Wawan tampak menumpang tinggal di sini. 

Saat ini penggeledahan sementara waktu dihentikan sejak menjelang Magrib. Berdasarkan informasi yang didapatkan JawaPos.com di lapangan, penggeledahan dilanjutkan setelah tim Inafis Polres Malang datang. 

Arifin, salah satu warga, menjelaskan, Hari sebelumnya dikenal sebagai pribadi yang ramah. Selama dua periode pernah dipercaya sebagai ketua RT setempat. Bahkan, sebelumnya dikenal sebagai orang yang aktif di kampung. Bahkan pernah dipercaya sebagai bendahara masjid. 

Namun, sejak 2015 perangainya berubah. Dia jadi sangat tertutup bahkan dibenci warga. "Pernah konflik dengan warga. Membongkar makam tanpa koordinasi dengan kami. Ada pengembang perumahan yang kami tidak suka, namun dibela oleh Hari," kata Arifin. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up