JawaPos Radar

Mukid Sulap Koran Bekas Menjadi Kerajinan Menarik

17/05/2018, 16:41 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Mukid Sulap Koran Bekas Menjadi Kerajinan Menarik
Mukhid, 38, warga Dusun Baleono, Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban sedang membuat kerajinan dari koran bekas. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Banyak orang menganggap koran bekas hannya sekedar sampah yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Namun, anggapan itu ditepis Mohammad Kisyatul Mukhid. Pria asal Dusun Baleono, Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) mampu mengolah koran bekas menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Dari tangan dingin pria yang akrab disapa Mukhid, koran bekas berhsail menjadi sejumlah kerajinan bernilai ratusan ribu rupiah. Kerajinan tersebut di antarannya pigura, miniatur sepeda motor, miniatur perahu layar, souvenir pernikahan, logo perusahaan dan organisasi, serta kerajinan lainnya sesuai pesanan.

Pria berusia 38 tahun itu mengaku, menggeluti usaha daur ulang koran bekas menjadi kerajinan baru 3 bulan terakhir. Dia mengatakan, membuat minuatur merupakan pekerjaan utamanya.

"Ide itu muncul, ketika saya kesulitan mencari pekerjaan. Akhirnya berusaha mengasah bakat membuat kerajinan dengan bahan dasar koran bekas. Alhamdulillah berkembang dan laku," kata Mukhid, Kamis (17/5).

Selai miniatur, dia juga bisa membuat bentuk kerajinan lain, sesuai pesanan konsumen. Harga jualnya pun bervariasi sesuai dengan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan. Mulai Rp 150 ribu sampai Rp 800 ribu.

"Banyak yang sudah terjual. Pembelinya dari wilayah Tuban hingga luar daerah, Bojonegoro dan Nganjuk. Untuk promosi, selain melalui teman juga lewat media sosial facebook," tutur Pria, duda tiga anak itu.

Sementara itu, menurut Mukhid, proses pengerjaan sendiri membutuhkan waktu cukup lama, untuk kerajinan berukuran 1 meter dapat ia selesaikan selama 7 hari, jika ukuran 2 meter membutuhkan waktu 15 hari.

Sementara, ukuran mini 50 centimeter diselesaikan selama 5 hari. "Tingkat kesulitan pengerjaan, jenis model yang dikerjakan, hal itu yang membutuhkan waktu cukup lama," ujarnya.

Meskipun berbahan dasar koran bekas, dirinya menjamin kualitas kerajinannya bisa bertahan lama. Karena, lanjut dia, hasil akhir kerajianan sudah dilapisi cairan khusus yang dapat mengawetkan sehingga kerajinan bertahan lama. Selaian membiat awat, cairan kimia juga berfungsi membuat produk lebih mengkilap dan menarik.

"Saat ini saya kesulitan modal, karena sudah dua tahun terakhir saya tidak bekerja. Akhirnya, untuk menambah modal saya menggunakan uang hasil jualan," keluh dia.

Waktu kesehariannya dimanfaatkan untuk melinting koran bekas maupun memotong bahan dan merangkai kerajinan. "Bagaimanapun saya tetap bersyukur, mengingat mencari pekerjaan sangat sulit. Dengan kerajinan ini saya dapat menghidupi keluarga," tutupnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up