JawaPos Radar

Dita Oepriarto Disebut Punya Darah Teroris Bom Bali, Ini Jaringannya

17/05/2018, 15:19 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Ali Fauzi Manzi, bom surabaya, Dita Oepriarto
Mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat diskusi bertema Memutus Matai Rantai Terorisme di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya beberapa waktu lalu mengejutkan publik. Fakta mirisnya bahwa terduga pelakunya merupakan satu keluarga, terdiri atas ayah dan ibu beserta empat orang anaknya.

Mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi menilai bahwa pelaku bom bunuh diri Surabaya merupakan hasil gen teroris. Keluarga Dita Oepriarto sebelumnya juga sudah ada yang ditangkap atas keterlibatan dalam aksi terorisme.

"Teroris bukan produk instan. Menciptakan orang seperti ini tidak bim salabim. Pelaku BBD (bom bunuh diri) Surabaya gen teroris," ungkap Ali dalam diskusi bertema Memutus Mata Rantai Terorisme di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5).

bom surabaya, Ali Fauzi Manzi, Dita Oepriarto
Tiga foto pria yang diperlihatkan Ali Fauzi Manzi saat diskusi bertema Memutus Matai Rantai Terorisme di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

Dalam paparannya, Ali memperlihatkan tiga foto pria. Foto pertama merupakan Dita, di sampingnya pria hampir paruh baya bernama Sukastopo, dan terakhir pria muda Amin Abdillah.

Mantan anak buah gembong teroris Dr. Azahari itu mengungkap bahwa Dita merupakan keponakan Sukastopo yang ditangkap pada 2002 karena keterlibatan dalam aksi bom Bali 1. Fakta itu diketahuinya karena Ali juga turut terlibat dalam aksi brutal tersebut.

"Ini Dita Oepriarto, belum ada polisi pun yang tahu ini. Dita ini sesungguhnya keponakan daripada Pak Sukastopo. Pak Sukastopo ini siapa? Dia ditangkap pada tahun 2002 akhir karena masuk jaringan bom Bali 1. Berarti teroris melahirkan teroris," terangnya.

Sementara itu, Amin Abdillah yang fotonya dipampang paling kanan oleh Ali merupakan Anak dari Sukastopo. Sehingga dari ketiga orang ini memilih darah yang sama.

"Yang ujung ini siapa? Ini Amin Abdillah anak Pak Kastopo, juga ditangkap pada tahun 2002 karena terlibat dengan bom bali 1. Ini jaringan lama jaringan baru nyambung gennya, nyambung genetiknya," tegas Ali.

Adik dari Amrozi dan Ali Imron itu menerangkan, gen keluarga dalam kelompok teroris sudah ada sejak lama. Termasuk yang terjadi kepada keluarganya. Hal semacam ini juga terjadi pada keluarga terpidana mati Bom Bali, Imam Samudra.

"Apa ada selain ini? Ada, anaknya Imam Samudra, sudah betul-betul dijaga, lepas ke sana meninggal di Syria," pungkas Ali.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up