JawaPos Radar

Nilai Tukar Rupiah dan Harga Minyak Meleset dari Asumsi APBN 2018

17/05/2018, 14:37 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Nilai Tukar Rupiah dan Harga Minyak Meleset dari Asumsi APBN 2018
Konferensi pers di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5). (Hana Adi Perdana / JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) meleset dari asumsi dasar makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Indikator lainnya masih terjaga sesuai asumsi.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5).

"Inflasi realisasi 3,4 persen dari asumsi 3,5 persen. Suku bunga SPN 4,1 persen realisasiya, asumsi 5,2 persen. Rupiah realisasinya Rp 13.631 per April atau lebih tinggi dari asumsi Rp 13,400, ICP realisasi USD 64,1 per barel lebih tinggi dari asumsi USD 48 per barel, lifting minyak 750,3 ribu bph dibanding 800 ribu bph, lifting gas 1.115,9 ribu boepd dibanding asumsi 1.200 ribu boepd," ujarnya.

Sri Mulyani menilai secara keseluruhan pelaksanaan APBN 2018 hingga April mengalami perbaikan dari sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan. "Keseluruhan APBN mengalami perbaikan signifikan," tuturnya.

Sementara itu dari sisi pertumbuhan ekonomi, capaian pada triwulan I 2018 sebesar 5,06 persen menunjukkan hasil yang baik. Dengan target dalam asumsi APBN 2018 sebesar 5,4 persen, tiga kuartal selanjutnya capaian pertumbuhan ekonomi harus tetap tumbuh positif.

"Karena adanya impor bahan baku dan barang modal, investasi, dan THR, gaji ke 13 diharapkan akan jaga momentum. juga akselarasi belanja pemerintah juga cukup baik," pungkasnya. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up