JawaPos Radar

Jadi Kurir Sabu, Sepasang Kekasih Dihukum 13 Tahun dan Denda Rp 1 M

17/05/2018, 14:27 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kurir Sabu
VONIS BERAT: Lukmanul Hakim dan Dewi Saidah Ariyani dalam sidang pembacaan putusan di PN Batam, Kamis (17/5). Keduanya diganjar hukuman 13 tahun lantaran terbukti menjadi kurir sabu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam akhirnya menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Lukmanul Hakim dan Dewi Saidah Ariyani di persidangan, Kamis (17/5). Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Lukman dan Dewi dianggap terbukti menjadi kurir sabu. Selain hukuman badan, sepasang kekasih ini juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara. "Masing-masing terdakwa divonis 13 tahun kurungan penjara," kata Hakim Iman Budi sewaktu membacakan amar putusan di persidangan, Kamis (17/5).

Terkait vonis tersebut, kedua terdakwa langasung menerima. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus jni, Nurhasaniati yang langsung menerima hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim.

Dalam amar putusan dijelaskan, Lukmanul Hakim mendapat tawaran pekerjaan untuk membawa narkotika jenis sabu ke Jakarta, namun terdakwa meminta waktu untuk memikirkannya. Setelah mendengar tawaran upah sebesar Rp15 juta dari Adi yang sampai saat ini menjadi DPO, Lukmanul langsung mengiyakan untuk menjadi kurir sabu ke Jakarta.

Lukman menyampaikan akan mengajak temannya Dewi Saidah Aryani. Kepada Lukman, Adi mengatakan sabu akan dikirim melalui orang suruhannya beserta uang sebesar Rp5 juta per orang dan sisanya akan dibayar setelah barang sampai di tempat.

Kemudian Adi menghubungi Lukmanul dan menyuruhnya untuk pergi ke Alfamart Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Di sana Lukman dihampiri seseorang yang tidak dikenal dan memberikan sebungkus kantong plastik warna hitam.

Setelah itu, Likmanul Hakim pergi ke kos-kosan Dewi Saidah Aryani dan sesampainya disana langsung membuka bungkusan plastik hitam tersebut yang berisi 4 paket bungkus sabu serta uang sebesar Rp 10 juta.

Seterusnya Lukmanul memberikan uang kepada Dewi sebesar Rp 4 juta dan menyuruhnya untuk membeli sepatu. Kemudian sepatu yang sudah dibeli tersebut di isi paket bungkus narkotika jenis sabu. Lalu kedua terdakwa pergi ke bandara Hang Nadim, Batam untuk kemudian berangkat ke Jakarta.

Langkah keduanya terhenti setelah dihadang petugas dan menemukan sabu disembunyikan di dalam sepatu. Dalam sepatu Dewi terdapat dua paket sabu jenis serbuk kristal diduga sabu dengan berat 511 gram dan dua paket sabu lagi seberat 512 gram ditemukan di dalam sepatu Lukmanul Hakim

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up