JawaPos Radar

BBM Premium Hadir Lagi, Konsumsi Rumah Tangga Miskin Bisa Terkerek

17/05/2018, 13:48 WIB | Editor: Saugi Riyandi
BBM Premium Hadir Lagi, Konsumsi Rumah Tangga Miskin Bisa Terkerek
Dispenser BBM di SPBU. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com - Dalam waktu dekat bahan bakar minyak jenis Premium wajib hadir di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Untuk menjalankan rencana ini, Presiden Joko Widodo terlebih dahulu harus merevisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM.

Adanya rencana menghadirkan Premium di wilayah Jawa dan Bali disinyalir dapat menumbuhkan kembali daya beli masyarakat yang meredup sejak beberapa tahun terakhir. Lantas seperti apa pengaruh bahan bakar dengan kadar RON 88 itu ke daya beli masyarakat, utamanya masyarakat berpenghasilan rendah?

Ekonom Institute Development on Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudistira mengatakan, dampak premium masih besar terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Jumlahnya mencapai 40 persen dari kelompok pengeluaran terbawah.

Bhima mengatakan sebelumnya masyarakat miskin dipaksa untuk membeli Pertalite yakni jenis BBM non-JBKP yang harganya lebih mahal dari Premium. Hal itu menyebabkan pengeluaran rumah tangga semakin besar.

"Sebelumnya karena 50 persen pasokan premium berkurang dalam waktu satu tahun terakhir, masyarakat miskin dipaksa beralih ke Pertalite yang harganya lebih mahal,” tutur Bhima kepada JawaPos.com di Jakarta, Kamis (17/5).

Di sisi lain, kenaikan upah buruh tani juga rendah dimana Nilai Tukar Petani (NTP) terus turun sejak awal tahun 2018. Sehingga hal ini akan menekan konsumsi. Dijelaskan Bhima, pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,95 persen di triwulan I-2018. Atau belum mencapai lima persen.

"Pertumbuhan konsumsi rumah tangga stagnan, itu juga karena berkurangnya pasokan Premium," katanya.

Dengan dikembalikannya pasokan premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali diharapkan pengeluaran masyarakat miskin untuk membeli bensin jadi berkurang. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan lain terutama saat Ramadan dan Lebaran.

(ce1/uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up