JawaPos Radar

Mau Berangkat Haji/Umrah Keluarga? Atur Isi Kocek Pakai Jurus Ini

17/05/2018, 13:25 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Mau Berangkat Haji/Umrah Keluarga?  Atur Isi Kocek Pakai Jurus Ini
Ilustrasi Jemaah Haji di Tanah Suci (Dok. JPNN / JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Setiap umat muslim  tentunya ingin memberangkatkan diri beserta kuartal menjalankan rukun Islam yang Kelima, yaitu naik Haji ke tanah suci. Bagi Anda yang tidak memiliki masalah dengan pengaturan arus kas dan punya  jumlah aset investasi berlebih, Ongkos Naik Haji (ONH) sebesar apa pun tidak jadi masalah. Namun, menyusun perencanaan yang baik tetap merupakan hal wajib yang tak boleh dilalaikan.

Mengutip situs resmi Bank Permata, Perencana Keuangan Prita Ghozie dari ZAP Finance memberikan beberapa tips yang sebaiknya dilakukan apabila Anda dan keluarga ingin menjadikan Naik Haji sebagai salah satu tujuan keuangan dalam perencanaan keuangan keluarga.

1. Menghitung kebutuhan untuk Naik Haji. 

Saat ini, program berhaji terdiri dari program biasa (lebih dari 40 hari), program plus (30 hari hingga 40 hari), dan juga program super VIP yang biasanya hanya berdurasi perjalanan 14 hari. Semakin pendek perjalanan, umumnya ongkos pun semakin mahal. 

Sebagai ilustrasi, untuk keberangkatan tahun 2016, seorang calon jamaah haji perlu membayar ONH sebesar Rp 34.127.046 untuk program biasa embarkasi Jakarta. Sedangkan, program plus biayanya bervariasi mulai dari USD 9.500. Pilihan jenis program sebaiknya ditentukan saat memulai perencanaan dana Haji.

2. Mempersiapkan dana pendaftaran kuota Haji. 

Hingga tahun 2016, biaya pendaftaran awal untuk Haji Reguler sebesar Rp 25 juta. Sedangkan, untuk biaya pendaftaran awal Haji Khusus sebesar USD 4.000. Untuk keperluan daftar awal, menabung melalui tabungan Haji sangat disarankan. 

Apabila Anda menabung dengan tabungan Haji yang online dengan SISKOHAT, maka saat dana mencapai Rp. 25 juta, secara otomatis Anda akan terdaftar sebagai calon jamaah Haji Reguler.  Sebagai contoh, apabila Anda berencana melakukan pendaftaran 3 tahun lagi, maka setiap bulan Anda harus menyetor sekitar Rp 750 ribu agar terkumpul saldo awal untuk pendaftaran.

3. Menabung untuk pelunasan dan biaya lainnya. 

Setelah mendapatkan nomor porsi, Anda akan mengetahui estimasi tahun keberangkatan dimana kuota diperoleh. Jika masih di atas 5 tahun, maka investasi adalah jalan terbaik. Anda bisa gunakan emas atau pun reksadana campuran syariah sebagai sarana untuk berinvestasi. Apabila Anda memilih Haji Khusus, saya juga menyarankan untuk menyimpan dana dalam mata uang USD agar fluktuasi nilai tukar tidak terlalu mempengaruhi kebutuhan biaya Haji Anda.

Pahami bahwa kebutuhan untuk Naik Haji, tidak sekedar hanya sebatas ONH saja. Siapkan juga pos pengeluaran lain seperti biaya selamatan sebelum keberangkatan. biaya pakaian dan perlengkapan Haji, dana darurat untuk yang Naik Haji maupun keluarga di rumah (jumlahnya paling tidak 3 kali pengeluaran rutin bulanan), serta biaya oleh-oleh.

4. Persiapan harta bawaan saat bersiap untuk berangkat Haji. 

Pada tahun keberangkatan, perencanaan harta bawaan sebaiknya dilakukan. Tujuannya agar harta yang dimiliki dapat dikelola oleh ahli waris, apabila terjadi risiko kematian. Pastikan bahwa uang pertanggungan Asuransi Jiwa yang dimiliki saat ini memadai untuk kebutuhan dana pendidikan anak maupun kebutuhan hidup bagi tanggungan yang tetap di Indonesia. Selain itu, disarankan juga untuk membuat surat wasiat khusus yang dapat dibuat dengan jangka waktu selama durasi pelaksanaan ibadah Haji.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up