JawaPos Radar

Tingkatkan Sektor Perkebunan, Bambang: Optimalkan Daerah Pesisir

17/05/2018, 12:02 WIB | Editor: Imam Solehudin
Dirjen Perkebunan
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang (tengah) ketika mengunjungi salah satu stand di acara Agro and Food Expo 2018, JCC, Jakarta. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Promosi menjadi salah satu aspek penting untuk menggairahkan industri agribisnis di pedesaan. Sehingga kedepan, terjadi peningkatan kesejahteraan petani terhadap para petani.

Salah satunya lewat perhelatan Agro and Food Expo 2018 yang digelar 10-13 Mei 2018 di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), dengan tema “Diversifikasi Komoditi Pertanian Mendukung Swasembada Pangan”

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan, sektor perkebunan mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Daerah penghasil komoditi unggulan perkebunan, pelan tapi pasti, mulai kembali bergairah.

“Kita sudah buktikan sektor perkebunan mampu tampil sebagai penghasil devisa negara nomor satu mengalahkan sektor migas," kata dia melalui siarang persnya kepada JawaPos.com.

"Kita bisa mengoptimalkan komoditi perkebunan di daerah-daerah pesisir untuk peningkatan produksi. Caranya dengan promosi besar besaran dan mengundang investor," jelas Bambang.

Bambang mencontohkan, saat ini ada kegiatan replanting sawit seluas 185.000 ha terbesar sepanjang sejarah.

"Dengan kata lain ada 185.000 ha kelapa sawit yang sudah berumur 25 tahun untuk siap dimanfaatkan oleh investor," jelas dia.

Indonesia AgroFood Expo 2018 kemarin diselenggarakan bersamaan dengan “Indonesia International Modern Agriculture Expo 2018”. Di sana ditampilkan teknologi modern di bidang pertanian yang meliputi alat dan mesin pertanian, mesin pasca panen, dan teknologi hydroponic.

Pameran diikuti oleh perusahaan alat dan mesin pertanian dari Indonesia, China, Turki, Taiwan dan Korea.

Sebagai rangkaian kegiatan pameran, diadakan juga Indonesia Coffee Festival 2018 yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman kopi Indonesia.

Termasuk mempertemukan berbagai pelaku usaha kopi di Indonesia mulai dari petani, trader, industri, penikmat kopi hingga pemilik kedai kopi.

"Ini dalam rangka meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri dan dunia," tambah Bambang.

Pameran diikuti oleh 80 (delapan puluh) peserta yang terdiri dari Kementerian terkait, pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha bidang agribisnis, baik yang skala UKM maupun skala nasional.

Rangkaian tiga pameran di sektor pertanian ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi produk-produk unggulan agribisnis dan mampu menghasilkan transaksi bisnis yang signifikan.

“Ke depan pameran ini diharapkan akan menjadi tempat dimana trend kebutuhan dunia akan produk agribisnis dapat ditampilkan sehingga kehadirannya akan terus dinantikan,” pungkas Bambang.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up