JawaPos Radar

Jadi Tersangka Suap, Jabatan DM di Perindo Langsung Dicopot HT

17/05/2018, 11:49 WIB | Editor: Estu Suryowati
Jadi Tersangka Suap, Jabatan DM di Perindo Langsung Dicopot HT
Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (tengah) saat tiba di kantor KPK Rabu (16/5) (Muhamad Ali/Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memutuskan mencopot Dirwan Mahmud sekaligus menunjuk Yurman Hamedi sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW Bengkulu Partai Perindo. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perindo Ahmad Rofiq dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/5) pagi.

"Partai Perindo dengan ini memutuskan untuk melepas jabatan Dirwan Mahmud sebagai Ketua DPW Bengkulu dan menyerahkan secara penuh proses hukum yang ada kepada KPK," ujar Rofiq.

Belajar dari kasus Dirwan, Rofiq mengimbau agar seluruh pimpinan dan kader Partai Perindo untuk tidak coba-coba berkompromi dengan korupsi. Sebab, hal tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang paling besar.

Jadi Tersangka Suap, Jabatan DM di Perindo Langsung Dicopot HT
Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT). (dok. JawaPos.com)

"Partai Perindo merasa prihatin atas apa yang terjadi terhadap Ketua DPW Bengkulu, Dirwan Mahmud. Namun, bagaimana lagi untuk korupsi hal itu merupakan musuh rakyat. Jadi, siapa pun yang bersentuhan dengan itu maka sanksi pemberhentian dari partai akan datang jauh lebih cepat tanpa harus ditunggu lama," tegasnya.

Partai Perindo menyarankan Dirwan Mahmud menggunakan hak hukumnya atas kasus yang dihadapi. Apabila di kemudian hari ternyata dinyatakan tidak bersalah, maka Partai Perindo akan memulihkan jabatannya sebagai Ketua DPW Bengkulu.

Rofiq menambahkan, sikap DPP Partai Perindo terkait Dirwan Mahmud ini adalah wujud komitmen dan konsistensi untuk tidak memberikan toleransi bagi siapa pun yang menyalahgunakan jabatan serta kewenangannya untuk korupsi, gratifikasi, maupun suap.

Menurutnya korupsi ini menjadi budaya para pemimpin di semua jenjang. Oleh karena itu, harus ada penangan secara langsung dan sikap tegas dalam penanganannya agar hal yang buruk ini dapat dihilangkan.

Dia juga yakin pemimpin yang baik, masuk ke dalam sistem buruk pasti akan menjadi buruk. Oleh karena itu, sistem yang baru itu penting untuk mengubah budaya selama ini sudah mendarah daging.

"Kami berharap negara semakin tegas dalam pemberantasan korupsi, dan ketegasan itu harus mendatangkan efek jera mendalam bagi para pelaku dan masyarakat yang menyaksikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penerimaan janji atau hadiah. Tak hanya Dirwan, istrinya bernama Hendrati alias Heni, dan keponakan Dirwan bernama Nursilawati yang merupakan kasi pada Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus sama.

Sedangkan kontraktor Juhari alias Jukak ditetapkan menjadi tersangka pemberi hadiah atau janji. Dalam keterangannya, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyatakan Dirwan disangkakan menerima suap sebesar total Rp 98 juta, yang merupakan bagian dari commitment fee sebesar Rp 112,5 juta atau 15 persen dari total lima proyek senilai Rp 750 juta.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up