JawaPos Radar

Sedikitnya 60 Bayi Rohingya Setiap Hari Lahir di Kamp Cox's Bazar

17/05/2018, 10:35 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Sedikitnya 60 Bayi Rohingya Setiap Hari Lahir di Kamp Cox's Bazar
Ilustrasi bayi dilahirkan setiap hari di Cox's Bazar (Population Growth)
Share this image

JawaPos.com - Sedikitnya 60 bayi Muslim Rohingya setiap harinya lahir di kamp pengungsian Bangladesh, Cox's Bazar. Hal itu diutarakan oleh UNICEF PBB. UNICEF mengemukakakn bahwa sejak krisis dimulai, lebih dari 16.000 bayi telah lahir di kamp-kamp. Selain itu, hanya sekitar 3.000 yang dikirim di fasilitas kesehatan.

“Sekitar 60 bayi setiap hari lahir dalam kondisi yang memprihatinkan, jauh dari rumah, mereka lahir dari ibu-ibu yang selamat dari pemindahan, kekerasan, trauma atau bahkan korban perkosaan,” kata Perwakilan UNICEF di Bangladesh, Edouard Beigbeder dilansir dari Reuters (16/5).

"Tidak mungkin bisa mengetahui jumlah bayi yang telah atau akan dilahirkan sebagai akibat dari kekerasan seksual," kata Beigbeder.

Sedikitnya 60 Bayi Rohingya Setiap Hari Lahir di Kamp Cox's Bazar
Etnis Rohingya tertindas di bawah Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

"Setiap ibu baru dan yang sedang hamil atau baru melahirkan wajib menerima semua bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan," tambahnya.

Seorang pejabat kementerian kesehatan Bangladesh yang menolak disebutkan namanya mengatakan, pekan ini 18.300 wanita hamil telah diidentifikasi berada di kamp. Total perkiraan kasarnya sekitar 25.000.

Hampir 700.000 orang Rohingya melarikan diri ke Cox's Bazar di Bangladesh dalam sembilan bulan terakhir setelah ditumpas Myanmar. Amerika Serikat dan Inggris mengecam bahwa ini sebagai upaya pembersihan etnis. Namun Myanmar membantah telah melakukan pemusnahan etnis.

Serangan gerilyawan Rohingya di pos-pos keamanan di negara bagian Rakhine Myanmar Agustus 2017 memicu operasi militer yang dikatakan sah oleh Myanmar. November lalu, militer Myanmar merilis laporan yang membantah semua tuduhan pemerkosaan oleh pasukan keamanan.

(ina/ce1/iml/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up