JawaPos Radar

Legenda Hidup Persebaya Kutuk Keras Aksi Teror Bom di Surabaya

17/05/2018, 06:10 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Jacksen F Tiago, Barito Putera, Teror Bom Surabaya, Teror Bom, Terorisme, Kutuk Keras
Jacksen F Tiago mengutuk secara keras aksi teror bom di Surabaya (M Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin)
Share this image

JawaPos.com - Salah satu legenda hidup Persebaya Surabaya, Jacksen F Tiago, mengutuk secara keras aksi teror bom di Kota Pahlawan. Sebagai pemain dan pelatih yang pernah berkiprah bersama Persebaya, dia turut berduka secara mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam aksi teror tersebut.

Jacksen tak bisa melupakan Surabaya. Namanya mendunia di Kota Pahlawan saat memperkuat tim dan menjadi pelatih Persebaya. Bahkan, juru racik asal Brasil itu memiliki rumah di Surabaya.

Jacksen yang kini menjadi pelatih Barito Putera, mengucapkan duka yang begitu mendalam atas peristiwa tersebut, terutama kepada masyarakat Kota Surabaya. Atas peristiwa itu, Jacksen mengaku sangat sedih. Pasalnya, dia sudah menganggap Surabaya sebagai rumah keduanya dan rumah pertamanya di Indonesia.

Jacksen F Tiago, Barito Putera, Teror Bom Surabaya, Teror Bom, Terorisme, Kutuk Keras
Jacksen (kiri) berharap peristiwa teror tak ada lagi di Indonesia (M Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin)

"Salah satu faktor kenapa saya sebagai orang asing betah di negara ini adalah kerukunan antarumat beragamanya. Saya diterima sangat baik di sini meski bukan seorang Muslim," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).

Dia menambahkan sangat menyayangkan terjadinya persitiwa teror tersebut. "Kami sangat mengutuk dan berharap peristiwa itu tidak terjadi lagi. Hanya Tuhan yang berhak mengambil nyawa seseorang, kita sebagai manusia tak mempunyai hak itu," tambahnya.

Jacksen pun berharap dengan kejadian itu hati orang-orang yang memiliki niat teror bisa terketuk pintu hatinya. "Semoga Tuhan mengetuk pintu hati mereka sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang damai," harapnya.

Saat dalam percakapan bersama, tiba-tiba telepon masuk diterima Jacksen. Ternyata telepon tersebut dari sang ibunda yang berada di Brasil. "Dia khawatir dan heran. Beliau menanyakan keadaan saya karena dia pikir saya sedang di Surabaya. Selain itu, dia pun heran negara damai seperti Indonesia bisa terjadi peristiwa teror," jelas Jacksen.

Sementara itu, pemain muda Barito Putera asli Surabaya, Dimas Ardika, juga sangat prihatin atas teror yang terjadi belakangan ini. Bahkan, Dimas mengaku lokasi pengeboman sangat dekat dengan daerah tempat tinggalnya.

"Paling hanya berjarak satu kilometer dari lokasi," ungkapnya.

Selepas kejadian, dia pun langsung menghubungi keluarganya di Surabaya untuk menanyakan kondisi mereka. "Jadi untuk saat ini, keluarga memang lebih banyak berada di rumah untuk berjaga-jaga," tambahnya.

Dimas pun ikut mengutuk aksi yang dilakukan oleh para teroris tersebut. Menurutnya dalam Islam tak mengajarkan untuk saling menyakiti apalagi membunuh. "Islam mengajarkan kedamaian, saya hanya bisa berharap kejadian teror cepat berlalu dan tidak terjadi lagi di mana pun," harapnya.

(epr/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up