JawaPos Radar

BEI: Imbas Aksi Teror, Investor Mulai Cemaskan Keamanan Indonesia

17/05/2018, 07:20 WIB | Editor: Saugi Riyandi
BEI: Imbas Aksi Teror, Investor Mulai Cemaskan Keamanan Indonesia
Bursa Efek Indonesia. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia belum bisa bangkit kembali ke level 6.000-an. Meskipun penutupan perdagangan hari ini sukses menapaki naik tipis 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, sulitnya IHSG yang bangkit dari zona merah tak terlepas dari isu aksi terorisme yang mengusik keamanan Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, telah terjadi teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo Minggu (13/5) dan Senin (14/5) kemarin. Aksi teroris kembali terulang pagi ini, Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau diserang oleh kawanan teroris yang membawa senjata tajam jenis samurai.

Samsul menuturkan, kondisi tersebut turut memengaruhi persepsi para investor yang berimbas pada kecemasannya mereka di dalam negeri.

"Jadi semakin banyak gangguan keamanan yang terjadi, maka persepsi atas keamanan di negara kita semakin menurun. Persepsi itu memengaruhi keputusan si investor," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (16/5).

Samsul menyampaikan, pemerintah tidak bisa hanya memberikan jaminan fundamental ekonomi. Lebih dari itu, pemerintah harus meyakinkan soal keberlangsungan investasi dari para investor di Indonesia, terutama dalam kondisi genting saat ini.

Pasalnya, secara fundamental ekonomi, Indonesia masih kuat. Namun, bukan tidak mungkin jika fundamental ekonomi dapat terimbas kondisi keamanan yang terguncang.

"Ini yang sebenarnya kita jaga supaya investor tidak merasa bahwa investasi mereka di Indonesia bisa terhambat," imbuhnya.

Pihaknya berharap agar kerja sama dari pihak pemerintah dan keamanan dapat segera mengatasi kondisi ini. Sebab, tidak bisa dimungkiri keamanan yang goyah turut melemahkan sisi perekonomian.

"Investor sebenarnya sudah cukup immune dengan kondisi ini, tapi kan harapan kita ini bisa diatasi secepatnya oleh pihak keamanan agar lebih aman dan investor nyaman untuk investasi," tandasnya.

(ce1/mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up