JawaPos Radar

Ekspedisi 1.167 Km Tol Trans-Jawa

Kalau Mudik Lewat Jalur Pantura, Usir Njarem di Waduk Bajulmati

17/05/2018, 07:30 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Kalau Mudik Lewat Jalur Pantura, Usir Njarem di Waduk Bajulmati
Pemandangan alam yang menakjubkan dari Waduk Bajulmati. Jaraknya hanya 500 meter dari lokasi rest area Situbondo–Banyuwangi. (GALIH COKRO/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Panjangnya jalur pantura sudah pasti bikin pemudik capek. Badan pegal-pegal. Karena duduk berjam-jam di belakang kemudi. Untungnya, jalur pantura Probolinggo-Banyuwangi tidak kekurangan spot yang menarik. Sehingga rasa njarem di sekujur tubuh terbayar oleh keindahan alam selama perjalanan. Mulai ruas Banyuwangi-Situbondo-Probolinggo, pemudik tinggal menentukan lokasi rest area yang cocok. Bagi yang suka pemandangan pantai, Grand Watudodol (GWD), Banyuwangi, bisa jadi pilihan. Rest area-nya cukup luas. Bisa menampung lebih dari 500 unit mobil pribadi. Selain pemandangan pantai, area tersebut menyiapkan water sport. Termasuk jasa penyeberangan ke Pulau Tabuan. Sekitar 30 menit dari bibir pantai.

"Biasanya H-7 sudah ramai pemudik. Rest area sering penuh," ujar Abdul Aziz, koordinator pengelola GWD, Sabtu lalu (5/5). Sebelum melanjutkan perjalanan, pengunjung bisa ber-selfi e di depan patung tari gandrung yang sangat ikonik di Banyuwangi.

Lanjut ke barat, pemudik akan melewati kawasan hutan Baluran. Panjangnya 24 kilometer. Mulai Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dan berakhir di Asembagus, Situbondo. Jalannya berkelok-kelok. Di beberapa titik terdapat tanjakan dan turunan yang cukup tajam. Harus sangat hati-hati. "Melewati hutan Baluran harus dalam kondisi prima. Jangan sampai ngantuk. Berbahaya," tutur Aziz.

Kalau Mudik Lewat Jalur Pantura, Usir Njarem di Waduk Bajulmati
Salah satu rest area favorit di Kabupaten Banyuwangi, Grand Watudodol yang dilewati jalur pemudik lengkap dengan foodcourt dan lahan parkir luas (GALIH COKRO/JAWA POS)

Membayangkan lewat hutan Baluran memang agak menyeramkan. Tapi, jangan khawatir. Kini sudah tersedia rest area di dalam hutan. Cukup luas. Bisa menampung kurang lebih 200 unit roda empat dan ratusan kendaraan roda dua. "Kawasan rest area ini memang didesain khusus untuk pemudik," ucap Mistari, staf umum operasi pemeliharaan bendungan (OPB) Waduk Bajulmati.

Menariknya, selain rest area, area itu menyimpan pemandangan alam yang menakjubkan, yakni Waduk Bajulmati. Jaraknya hanya 500 meter dari lokasi rest area. Itu adalah waduk seluas 150 hektare. Airnya jernih. Bukit-bukit cadas mengelilingi waduk. Di tengah-tengah waduk terdapat gundukan bukit yang dikelilingi air. Pemandangannya keren. "Banyak orang bilang ini (Waduk Bajulmati, Red) adalah Raja Ampat versi KW," ujar Mistari, lalu tertawa.

Lanjut ke barat, terdapat wisata bahari Pasir Putih, Situbondo. Pantainya bersih. Kawasan wisata tersebut juga bisa jadi pilihan istirahat. Di Pasir Putih tersedia banyak hotel dengan low-cost budget. Cukup terjangkau. Bagi yang tidak berpuasa, silakan mencoba kuliner aneka seafood. Di pinggir jalan tepi pantai banyak orang yang berjualan. Ada udang, cumi-cumi, kepiting, lobster, dan aneka ikan laut lainnya. "Pemudik yang ke Surabaya, Jakarta, atau arah sebaliknya sering bermalam," ujar Karmila Larasati, salah seorang pengelola hotel di Pasir Putih.

(mar/c9/kim)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up