JawaPos Radar

Kuliti dan Makan Binatang Langka, Youtuber Ini Ditangkap!

17/05/2018, 05:00 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Kuliti dan Makan Binatang Langka, Youtuber Ini Ditangkap!
Puncaknya saat Ah Lin Tuch menguliti dan memakan jenis kucing yang terancam punah (Daily Mail)
Share this image

JawaPos.com -YouTuber perempuan asal Kamboja ditangkap karena merekam dirinya menguliti kucing yang terancam punah. Seperti dilansir Daily Mail pada Selasa, (16/5), YouTuber bernama Ah Lin Tuch itu ditangkap bersama sang suami, Phoun Raty.

Dalam konten YouTube-nya, mereka memang kerap membuat video dengan konten cerita hidup mereka di alam liar. Namun rupanya beberapa kontennya menunjukkan mereka memakan hewan-hewan yang dilindungi.

Puncaknya saat Ah Lin Tuch menguliti dan memakan jenis kucing yang terancam punah. Ah Lin Tuch mengaku telah mendapatkan pendapatan dari YouTube senilai USD 500.

Tak hanya itu, dalam konten YouTube-nya, perempuan asal Phnom Penh tersebut juga pernah terlihat memakan seekor kadal besar, ular kobra, hiu, dan katak. Tak heran, rekaman itu memicu kemarahan dari warganet.

Kuliti dan Makan Binatang Langka, Youtuber Ini Ditangkap!
Dalam konten Youtube-nya, perempuan asal Phnom Penh tersebut juga pernah terlihat memakan seekor kadal besar, ular kobra, hiu, dan katak. Tak heran, rekaman itu memicu kemarahan dari warganet. (Daily Mail)

Kecaman tersebut akhirnya ditangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja. Lalu pada hari berikutnya mereka muncul ke  hadapan publik untuk mengakui bahwa mereka telah memasak hewan dan meminta maaf karena 'menghancurkan satwa liar'.

Kepala Direktorat Jenderal Kementerian Lingkungan untuk Administrasi Perlindungan dan Perlindungan Alam, Chea Sam Arng mengatakan, mereka dalam proses mengambil tindakan hukum terhadap pasangan suami istri tersebut. “Hewan-hewan yang dimasak kebanyakan tidak ada dalam daftar yang terancam punah, tetapi dilindungi. Hanya satu spesies yang terancam punah.”

Hewan yang terancam punah tersebut adalah kucing pemancing (Prionailurus viverrinus), sementara kadal, bangau besar, dan spesies burung lainnya dilindungi. Sementara itu, pasangan ini mengklaim, mereka membeli satwa liar dari pasar lokal lalu memasaknya.

Pejabat lingkungan kini sedang menyelidiki apakah hewan-hewan itu dibunuh di alam liar atau dibeli dari kios-kios ilegal. “Saya bahkan tidak tahu jenis hewan atau burung apa yang kami gunakan atau pengaruhnya terhadap konservasi satwa liar. Sekarang saya sudah mengakui kesalahan saya,” ujar Ah Lin.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up