JawaPos Radar

Akhir Cerita Santri Prapak yang Digeledah Polisi

16/05/2018, 16:58 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Viral Santri yang Digeledah
Santri yang videonya viral dan digeledah Zaqi Saputra berfoto dengan anggota kepolisian. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kisah viralnya video santri yang digeledah anggota Brimob saat melintasi kawasan Simpang Lima Semarang berujung damai. KH. Muhammad Furqon, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Prapak, Temanggung, tempat santri itu menimba ilmu pun angkat bicara dan meminta masalah untuk tidak dibesar-besarkan.

Dalam keterangan resminya, Furqon menyebut penggeledahan terhadap santrinya yang bernama Zaqi Saputra, oleh anggota Brimob seperti terlihat pada video beredar adalah murni kesalahpahaman. Ia juga berujar, bahwa pihak kepolisian sudah meminta maaf atas kejadian ini.

"Kami berharap kesalahpahaman ini tidak perlu dibesar-besarkan karna yg kami takutkan gorengan dari pihak-pihak yang ingin memanfaat situasi ini," tulisnya pada keterangan resmi yang juga ia unggah di akun instagram pribadinya @em.furqon1.

Dikisahkan Furqon tentang awal mula kejadian itu, yakni berawal saat Zaqi Saputra sebagaimana ia sebutkan sebagai anak yang rajin dan mandiri tengah dalam perjalanan menemui ibu tirinya di Kalimantan Tengah.

"Dia adalah Zaqi Saputra salah seorang santri PP Al Hidayah Prapak Kranggan Temanggung, asal dari Tebing Tinggi, Sumsel. Anak yang rajin dan mandiri karena memang tidak ada bekal dari keluarganya pamit dengan kami mau silaturokhim kepada Ibu tirinya di Kalteng," jelas Furqon.

Furqon yang tak menyebut secara detail kapan peristiwa itu terjadi, kembali mengisahkan saat santrinya usai menjalani salat Isya dan makan di salah satu angkringan di area Simpang Lima, muncul razia dari kepolisian. Operasi tersebut tak lain adalah sebagai bagian dari tindak pengamanan menyusul terjadinya serangan di berbagai daerah sejak Minggu (14/5) pagi.

"Kami sangat mafhum dan memaklumi ketika anak itu digeledah. Karena yang dia tenteng adalah kardus dan tas ransel yang semua adalah berisi bekal dan pakaian," katanya lagi.

Meski sempat merasa prihatin akan peristiwa itu, Furqon berusaha memaklumi. Ia percaya ada hikmah di balik itu semua."Dan nyata, setelah kejadian itu Zaqi dan pihak kepolisian sudah saling memaafkan dan berangkulan. Bahkan Zaqi difasilitasi sedikit ongkos buat bekal dia di perjalanan," sebutnya.

Atas segala hal yang terjadi, Furqon mengapresiasi apa yang telah dilakukan kepolisian selama menjalankan tugas negara. Dirinya juga menyebut bahwa santri tetap selalu andil dalam menjaga keutuhan NKRI.

Sebelumnya diketahui, pada Selasa (15/5) Mabes Polri melalui Kepala Divisi Humas Irjen Pol Setyo Wasisto, juga telah meminta maaf atas adanya kejadian penggeledahan ini. Selain itu, ia mengatakan bahwa hal tersebut adalah sebagai tindak pengamanan menyusul penyerangan ke sejumlah markas kepolisian di sejumlah daerah.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up