JawaPos Radar

Tewaskan 60 Pengunjuk Rasa, Israel Tembak Mati Lagi 2 Warga Palestina

16/05/2018, 18:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tewaskan 60 Pengunjuk Rasa, Israel Tembak Mati Lagi 2 Warga Palestina
Warga Palestina unjuk rasa menolak Kedutaan AS di Yerusalem (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Palestina memakamkan jenazah para pengunjuk rasa yang diberondong peluru tentara Israel saat peresmian pemindahan Kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem. Itu merupakan hari paling berdarah di Gaza pada Senin, (16/5).

Serangan yang dilakukan tentara Israel telah menewaskan 60 orang Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza selama melakukan unjuk rasa menentang pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem. Saat warga Palestina masih berkabung, dengan kejamnya tentara Israel menembak mati dua warga Palestina lainnya pada Selasa, (15/4).

Meskipun unjuk rasa berlangsung lebih tenang dibanding sebelumnya, nampaknya banyak pengunjuk rasa yang pergi menuju tenda berkabung daripada kembali ke tempat terjadinya pertumpahan darah pada Senin lalu. Para pengunjuk rasa yang berkabung berbaris sambil melambai-lambaikan bendera Palestina dan menyerukan balas dendam. "Dengan jiwa dan darah kami menebus kamu para martir," begitu teriakkan mereka.

Tewaskan 60 Pengunjuk Rasa, Israel Tembak Mati Lagi 2 Warga Palestina
AS nekat membuka kedutaannya di Yerusalem (Haaretz)

Di sana, ratusan orang berbaris di pemakaman Leila Al Gandour yang merupakan bayi berusia delapan bulan, jasadnya diselimuti dengan bendera Palestina. Sang ibu yang merasa terpukul kemudian menekankan jasad Leila ke dadanya dan mengatakan, "Biarkan dia tinggal bersamaku, ini terlalu cepat baginya untuk pergi."

Keluarga mengatakan, bayi malang tersebut meninggal dunia karena menghirup gas air mata. Di rumah sakit Gaza, banyak keluarga memenuhi aula dan tumpah ruah keluar dari kamar karena telah menunggu perawatan terlalu lama.

Seorang warga Palestina, Bassem Ibrahim, 23 tahun, yang terkena tembakan tentara Israel mengatakan, ia takut kehilangan kakinya yang ditembak tentara Israel tersebut karena penundaan proses pengobatan.

Menurutnya, tidak ada banyak dokter dan mereka juga tidak dapat menangani semua orang karena banyak yang mengalami luka. Banyaknya jumlah korban luka tidak sebanding dengan minimnya waktu para dokter di sana.

Di sisi perbatasan Israel, penembak jitu Israel mengambil posisi untuk mengentikan upaya penerobosan pagar oleh para demonstran. Selain itu, tank juga dikerahkan di sana.

Namun jika kekerasan terus meruncing maka masih akan memiliki dampak yang kuat secara internasional. Negara-negara mengritik penggunaan kekuatan mematikan Israel dan keputusan AS untuk membuka kedutaan baru di Yerusalem.

Pembukaan Kedutaan AS berdarah tersebut dihadiri oleh puteri Presiden Donald Trump, Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner. Seperti dilansir Reuters, Turki telah mengusir dua Duta Besar Israel untuk menunjukkan kemarahannya atas pemindahan Kedutaan AS.

Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan saling bertukar kata-kata panas di Twitter dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

(ina/iml/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up